Heru Copot Marullah dari Sekda DKI, PKS Sebut Ada Unsur Politis

6 Desember 2022, 08:00:35 WIB

JawaPos.com – Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Taufik Zulkifli memandang ada kerancuan di balik keputusan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono terhadap perotasian jabatan Marullah Matali dari yang semula Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta menjadi Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan Kepariwisataan.

“Intinya sebenarnya memang agak rancu sekarang ini hak dan wewenang seorang Pj. Kan namanya Pj, bukan gubernur yang dipilih oleh masyarakat lewat proses demokratis, ya. Ini kayaknya sudah terlanjur seperti gimana ya. Jadi ada Pj gubernur yang diangkat oleh presiden bukan dipilih oleh rakyat ya nikmatin sajalah,” kata kepada JawaPos.com, dikutip Senin (5/12).

Namun begitu, Taufik mengakui bahwa jika memang keputusan Heru tersebut sudah diamini pemerintah pusat melalui Kemendagri untuk merotasi Marullah, itu adalah soalan kecocokan untuk membantunya mengurus Jakarta.

“Jadi memang yang menentukan apakah dia cocok bekerja atau ya yang memakainya yaitu penjabat gubernur,” akunya.

Meski begitu, Anggota Komisi B DPRD DKI itu merasa tak ada alasan yang cukup jelas untuk mencopot Marullah dari posisinya sebagai Sekda. Pasalnya, selama ini ia menilai kinerja Marullah sudah cukup baik. “Sekda Marullah Matali komunikasi cukup baik dengan DPRD,” katanya.

Taufik meyakini, keputusan Heru terkait perotasian jabagan di lingkungan Pemprov DKI ini pasti bermuatan politis. “Segala tindakan pejabat publik pasti ada unsur politis ya walaupun kecil atau besar ya tergantung dari persepsi org yang melihatnya dan tergantung dari niatnya dari yang bersangkutan ya itu,” terangnya.

Ia berharap bahwa keputusan politis apapun yang diambil Heru itu berdasarkan pada demi kebaikan Jakarta ke depan, bukan karena kebaikan pihak tertentu apalagi tekanan pihak tertentu.

“Ganti itu buat apa? Untuk mempermulus keinginan-keinginan supaya mudah dipenuhi atau oleh tekanan dari apa atau dia murni memang untuk membawa kebaikan bagi Jakarta? Itu yg bisa jawab ya yang bersangkutan,” tandasnya.

Sebelumnya, rotasi pergantian jabatan Marullah Matali dari yang asalnya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta menjadi Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Kepariwisataan disebut agar dapat membantu Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono secara lebih luas.

Pasalnya, menurut Heru, jabatan Sekda terbatas pada kegiatan-kegiatan internal di jajaran DKI Jakarta. Hal itu berbeda dengan jabatan Deputi Gubernur yang dapat lebih lincah.

“Selama ini kan kalau jadi Sekda itu, memang Sekda adalah tugasnya menyelesaikan internal secara teknis. Sehingga kalau deputi itu kan sekali lagi itu bisa lebih luas dan tentunya tugas-tugas dari kami itu lebih banyak lagi dan bisa komunikasi kepada pemerintah pusat,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (3/12).

Selain itu, Heru juga membutuhkan sosok lain untuk membantunya berkomunikasi dengan forum-forum internasional yang sejauh ini agak terhambat karena waktunya yang terbatas.

“Salah satu tugasnya itu kan sebagai bisa mewakili saya dalam tugas-tugas di luar kan banyak terkait dengan C-40, terkait dengan lembaga-lembaga yang internasional lainnya yang selama ini kan saya waktunya tidak cukup,” jelasnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Tazkia Royyan Hikmatiar

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads