alexametrics

Truk Tambang Ugal-ugalan Teror Keselamatan Siswa SMA Bersekolah

Kaki Korban Diamputasi
6 November 2019, 20:36:51 WIB

JawaPos.com – Keselamatan pelajar di sejumlah sekolah yang terdapat di kawasan Jalan Raya Parung Panjang, Kabupaten Bogor sangat terancam. Setiap hari mereka dibayang-bayangi truk tambang yang melintas dengan ugal-ugalan. Terutama bagi yang menumpang sepeda motor. Pasalnya truk itu dikemudikan oleh sopir yang tidak dilengkapi SIM atau sopir tembak.

Bukti teror truk tambang tersebut baru-baru ini dialami seorang pengguna jalan. Sang korban bernama Luthfi Nurhaifa, siswi SMA 1 Parung Panjang. Pada Jumat (1/11), sekitar pukul 11.30 WIB ditabrak salah satu truk tambang. Akibatnya, korban yang merupakan  kelas XII itu mengalami luka parah. Saking parahnya, kaki korban terpaksa diamputasi karena tidak bisa tertolong lagi.

Kejadian yang dialami Luthfi memicu ketakutan bagi 800-an pelajar dan guru SMA 1 Parung Panjang. Puncaknya, Rabu (6/11) ratusan siswa didampingi para guru menggeruduk kantor Camat Parung Panjang. Mereka menuntut pertanggungjawaban dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk menertibkan truk tambang tersebut.

“Saya melihat kejadian itu. Posisi saya tidak jauh dari korban. Dia terlindas truk. Kondisinya sangat ngeri sekali,” ungkap Eni Lusiati, salah satu guru SMA 1 Parung Panjang kepada JawaPos.com, Rabu (6/11).

Pelajar SMA 1 Parung Panjang menggelar aksi di depan kantor camat Parung Panjang, Rabu (6/11). Mereka menuntut untuk menertibkan truk tambang ugal-ugalan. (Istimewa).

Eni Lusiati menuturkan, kejadian itu bukan yang pertama. Beberapa bulan yang lalu juga terjadi demikian. Namun untuk korbannya siswa SMA 1 Parung Panjang baru kali ini. Sebelumnya warga. “Setiap truk menyerempet sepeda motor pasti korbannya tidak selamat. Minimal cacat. Tidak jarang yang meninggal,” ungkap Eni.

Kini, kata Eni, pihak SMA 1 Parung Panjang meminta tanggung jawab Pemkab Bogor untuk memberikan jaminan kepada masyarakat agar tidak ada lagi truk yang ugal-ugalan dalam melintas. Apalagi jalan raya Parung Panjang itu memang jalur perlintas truk tambang. Hanya saja sejak beberapa bulan terakhir, truk itu dibatasi waktu operasinya. Hanya boleh melintas dari pukul 22.00 hingga 05.00. Sementara siangnya truk itu harus parkir.

Persoalannya, tidak semua truk tersebut parkir di kantong parkir. Tidak sedikit juga yang parkir di tengah jalan. Hal itu memicu kemacetan lalu lintas. “Kami meminta aparat kepolisian dan pemerintah untuk menindak sopir-sopir di bawah umur dan tidak yang punya SIM,” kata Eni.

Di tempat terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin belum dapat dimintai komentarnya. Hingga berita ini dilansir, nomor ponsel tidak dapat dihubungi. Begitu juga dengan akun Instagramnya yang setiap hari aktif belum memberikan respons atas masalah ini.

Sebelumnya, masalah truk di Parung Panjang ini sudah diketahui oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Bahkan pada Oktober 2018 Ridwan Kamil pun sudah melihat kondisi langsung wilayah Parung Panjang.

Tidak hanya itu, Oktober 2018 Ridwan Kamil pun memanggil 50 perusahaan tambang yang memiliki usaha di wilayah Parung Panjang. Pemanggilan itu terkait operasional truk yang sangat mengancam keselamatan jiwa masyarakat.

Editor : Ilham Safutra



Close Ads