alexametrics

5 Syarat Ojek Online Saat Beroperasi Selama PSBB Transisi

6 Juni 2020, 16:35:46 WIB

JawaPos.com – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 105 Tahun 2020 tentang Pengendalian Sektor Transportasi Untuk Pencegahan Covid-19 Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif tertanggal 5 Juni 2020. Salah satu poinnya yakni mengatur operasional ojek konvensional dan online.

Dalam SK tersebut, ada 5 ketentuan yang harus dijalankan pengemudi ojek ketika beroperasi. Pertama wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sekurang-kurangnya berupa masker dan menyedlakan hand sanitizer. Kedua tidak diizinkan beroperasi di wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah pengendalian ketat berskala lokal.

Ketiga menjaga kebersihan sepeda motor dan helm penumpang, dengan disinfeksi secara rutin setiap sebelum mengangkut penumpang. Dan keempat beroperasi pada tanggal 8 Juni 2020.

Khusus pengemudi ojek online, harus dilengkapi dengan menggunakan jaket dan helm beridentitas nama perusahaan aplikasi. Kemudian perusahaan aplikasi waiib menerapkan pengaturan geofencing, sehingga pengemudi tidak beroperasi pada wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah pengendalian ketat berskala lokal.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengizinkan kembali angkutan umum dan pribadi beroperasi normal. Kebijakan ini mulai diterapkan pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi. “Kendaraan umum atau ojek bisa beroperasi dengan protokol Covid-19,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (4/6).

Untuk kategori kendaraan pribadi, kendaraan umum, dan taksi (konvensional dan online) sudah bisa beroperasi mulai 5 Juni 2020. Sedangkan ojek (pangkalan dan online) dimulai beroperasi pada 8 Juni 2020.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads