alexametrics

Besok, 85 Sekolah di Jakarta Siap Uji Coba Sekolah Tatap Muka

6 April 2021, 19:52:05 WIB

JawaPos.com – Mulai Rabu (7/4) besok, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan uji coba pembukaan sekolah secara terbatas dengan sistem pembelajaran campuran (blended learning). Untuk itu, kesehatan dan keamanan peserta didik adalah prioritas utama dalam perancangan kebijakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di bulan Juli 2021.

Kepala Disdik DKI Jakarta Nahdiana mengatakan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menyiapkan rencana pembelajaran tersebut. Berbagai rekomendasi pun telah diterima demi menjamin kesehatan dan keselamatan peserta didik dalam kebijakan yang akan diambil.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam mengambil kebijakan terkait pelaksanaan satuan pendidikan di semester genap tahun pelajaran 2020/2021. Prioritas kita semua adalah kesehatan dan keamanan peserta didik. Tentunya seluruh persiapan akan didiskusikan terlebih dahulu dan dimatangkan sebelum dilaksanakan,” ujar Nahdiana, Selasa (6/4).

Pada tahap awal, terdapat 100 satuan pendidikan mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan PKBM/LKP yang memenuhi kriteria untuk selanjutnya mengikuti pelatihan. Setelah mengikuti pelatihan selama 2 minggu, ditentukan 85 sekolah yang siap tatap muka terbatas.

“Berdasarkan hasil pelatihan, dinyatakan 85 satuan pendidikan memenuhi kriteria untuk mengikuti uji coba terbatas,” terang dia.

Selama pelaksanaan uji coba terbatas dari tanggal 7 sampai dengan 29 April 2021, pemantauan dan evaluasi akan dilakukan secara rutin oleh pihak terkait seperti pengawas sekolah, unsur Suku Dinas Kesehatan, Satgas Covid-19 tingkat Kelurahan dan Kecamatan, unsur Suku Dinas Pendidikan, dan unsur Dinas Pendidikan. Pihak satuan pendidikan pun telah melakukan koordinasi dengan puskesmas setempat atau rumah sakit terdekat.

“Pemantauan dilakukan menyangkut aspek pelaksanaan protokol kesehatan dan pembelajaran sesuai yang ditetapkan dalam masa pandemi Covid-19,” tuturnya.

Adapun beberapa poin penting dalam penerapan uji coba pembukaan sekolah terbatas, yakni:

• Jumlah hari tatap muka terbatas adalah 1 hari dalam 1 minggu untuk 1 jenjang kelas.
• Jumlah peserta didik yang terbatas dengan maksimal 50 persen dari daya tampung per kelas dan pengaturan jarak 1,5 meter antarsiswa.
• Durasi belajar yang terbatas antara 3-4 jam dalam satu hari.
• Materi pembelajaran yang terbatas, yaitu hanya materi-materi esensial yang disampaikan pada pembelajaran tatap muka.
• Satuan pendidikan yang telah mengikuti pelatihan pembelajaran campuran (blended learning).
• Pendidik dan tenaga kependidikan telah dilakukan vaksinasi.

Jika ditemukan gejala-gejala terpapar Covid-19 pada peserta didik dan pendidik, pihak sekolah segera melakukan koordinasi dengan puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jika diketahui terdapat kasus positif terpapar Covid-19, maka satuan pendidikan ditutup selama 3×24 jam untuk dilakukan disinfektasi serta dilakukan tracing lebih lanjut oleh pihak Dinas Kesehatan.

“Satuan pendidikan dibuka kembali, setelah pihak berwenang menyatakan sekolah dalam kondisi aman dari paparan Covid-19,” pungkas Nahdiana.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Saifan Zaking




Close Ads