alexametrics

Tarik Wisatawan, Pemprov DKI Gelar Event-event Menarik

5 November 2019, 17:26:31 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya membuat daerahnya menjadi destinasi wisata yang menarik bagi para pelancong dalam dan luar negeri. Saat ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Jakarta sudah memiliki 216 destinasi wisata.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbud Jakarta, Alberto Ali mengatakan, Jakarta sangat kaya akan destinasi wisata. “Riset yang dilakukan tim Disparbud menunjukkan bahwa Jakarta memiliki 216 destinasi wisata. Dari situ, dibagilah keempat kawasan destinasi, yakni Heritage, Nature, Urban, Youth, dan Culinary Destination,” kata Alberto kepada JawaPos.com, Senin (4/11).

Beragam cara dilakukan pemprov DKI guna menarik wisatawan. Salah satunya yakni promosi melalui event-event menarik. Cara ini diimbangi dengan penataan kawasan yang rapi. “Kami bekerja sama dengan EO, startup, hotel, restoran, dan lain-lain. Jika mengandalkan APBD mungkin terlalu berat ya,” imbuh Alberto.

Di tahun 2019 ini, Disparbud telah menggelar berbagai event unggulan untuk menarik kunjungan wisatawan. Diantaranya Jakarnaval, Jakarta Night Festival, Festival Musik Tepi Barat, Festival Museum Enjoy Jakarta, Monas Week, Jakarta International Folklore Festival (JIFF), Seribu Island Reggae Festival, Jakarta International Photo Festival (JIPFEST), dan Jakarta Muharram Festival.

Selain menarik wisatawan, lanjut Alberto, event-event menarik ini juga bisa menghidupkan perekonomian Jakarta. Sebagai contoh, pedagang-pedagang kecil bisa terdampak karena dagangannya lebih laris terjual.

“Salah satu program unggulan kami adalah meningkatkan pariwisata Jakarta yakni dengan mengembangkan event-event yang bisa mendatangkan wisatawan. Misal, waktu itu kita pernah menggelar Seribu Island Reggae Festival, animo masyarakat besar sekali, sekitar 4 ribu orang datang ke pesta musik tersebut. Sehingga, bisa pula meningkatkan aktivitas perekonomian di Kepulauan Seribu,” papar Alberto.

Disparbud akan mengupayakan event-event besar di Jakarta dapat rutin dilaksanakan setiap tahun, bahkan bertambah. Salah satu yang terbesar diadakan pada Juni 2020 dan sedang dipersiapkan, yakni kompetisi balap mobil bergengsi, Formula E 2020.

“Festival sepanjang tahun inilah yang sedang kita perbanyak, kita promosikan agar masyarakat tahu event-event besar apa saja yang berkaitan dengan festival. Alhamdulillah kita sudah adakan beberapa yang tahunan, seperti Jakarnaval, Jakarta Night Festival, dan lain-lain. Tahun depan akan ada acara berskala internasional, yaitu Formula E atau Jakarta E-Prix,” tambah Alberto.

Event-event pemprov DKI Jakarta sendiri berhasil menarik banyak pihak. Seperti Arif Rahman, 36, warga Bekasi yang pernah mengunjungi Monas Week 2019 bersama keluarganya. Dalam acara pekan pameran seni budaya yang menampilkan keragaman budaya Jakarta dalam tampilan teknologi modern, pun merasa senang dengan acara tersebut.

“Menarik yah, jarang-jarang ada kan di kota besar ada wisatawa kebudayaan seperti ini. Terus acaranya juga menarik, jadi anak-anak nggak pada bosen,” kata Arif.

Warga lainnya, Rachmat Andriansyah, 31, merasa terhibur dengan event Jakarnaval. Menurut dia, semakin banyak event yang digelar, bisa menambah daya tarik masyarakat untuk berkunjung ke Jakarta.
“Sempat nggak nyangka aja kalau di Jakarta ada karnaval semeriah itu. Nggak bikin nyesel sih,” kata Rachmat.

Penataan Kawasan

Disparbud bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah lainnya juga melakukan penataan kawasan wisata di Jakarta. Hal ini guna memberikan kenyamanan bagi para pelancong yang datang.

“Misalnya, terkait penataan Kota Tua, kini penataan kaki limanya lebih rapi. Di Jalan Sabang juga kedai makan lebih tertata. Lalu, kami juga mengembangkan penyusunan regulasi pemanfaatan fungsi bangunan. Lalu, untuk akses transportasi yang baik dan menunjang, kami berkolaborasi bersama Dishub dan Transjakarta. Semua saling dukung,” terang Alberto.

Wajah baru Kota Jakarta juga bisa dilihat melalui jalur pedestrian yang disulap menjadi lebih indah. Misalnya jalur pedestrian di Sudirman-Thamrin, jalur pedestrian Cikini, hingga jalur pedestrian Kemang. Sebab, jalur pedestrian yang tertata juga akan memikat para wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata di Jakarta, atau setidaknya nongkrong di kafe yang tak jauh dari jalur pedestrian nan artistik.

Menurut Alberto, salah satu misi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di sektor pariwisata dan kebudayaan adalah revitalisasi destinasi yang potensial, seperti revitalisasi Taman Ismail Marzuki dan Taman Benyamin Sueb.
Lebih lanjut, Alberto mengatakan, Disparbud akan berupaya agar event-event besar di Jakarta dapat rutin dilaksanakan setiap tahun, jika perlu terus ditambah. Untuk tahun depan sendiri, ada gelaran besar yang akan dikerjakan di Jakarta. Yakni kompetisi balap mobil bergengsi, Formula E pada Juni 2020.

“Kita akan perbanyak festival ya, terutama yang tahunan, supaya bisa promosikan Jakarta. Kami berharap kunjungan luar kota dan mancanegara akan makin berdatangan,” pungkas Alberto.

Kunjungan Wisatawan

Kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke DKI Jakarta meningkat. Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta lima Negara terbanyak yang berkunjung ke Jakarta selama 2019 adalah Tiongkok, Saudi Arabia, Malaysia, Jepang, dan Singapura. Kenaikan wisatawan ini berbanding lurus dengan tingkat hunian hotel berbintang.

Disparbud mencatat ada dua faktor terbesar atas kenaikan kujungan wisatawan mancanegara ini. Yakni musim libur lebaran dan sekolah, serta adanya event HUT Kota Jakarta, serta event-event menarik yang digelar di ibu kota.

Dari data itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Berbagai inovasi akan terus dikembangkan Pemprov DKI Jakarta. Meskipun terjadi kenaikan jumlah kunjungan dan lama menginap wisatawan, tidak semata-mata membuat pemprov berpuas diri. Kenaikan ini akan terus diupayakan naik setiap tahun secara konsisten.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads