alexametrics

Dampak Truk Timpa Taksi Online, Warga Tangerang Blokade Jalan

5 Agustus 2019, 01:20:33 WIB

JawaPos.com – Insiden truk tanah yang menimpa angkutan taksi online berbuntut pada kemarahan warga. Masyarakat Tangerang memblokade dan menyandera armada pengangkut tanah tersebut.

Warga menganggap biang dari masalah itu adalah tidak taatnya para pengemudi untuk mengikuti ketentuan jam operasional truk melintas di wilayah Tangerang. Pantauan wartawan, kemacetan dengan tidak bergerak lagi kendaraan pemandangan umum di Jalan Raya Perancis, Jalan Raya Dadap, Jalan Kapuk Kamal Raya, dan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Tangerang. Bahkan kemacetan itu sampai ke perbatasan Tangerang dengan Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Minggu (4/8) sekitar pukul 11.00 ratusan warga Kecamatan Kosambi, Dadap, Kabupaten Tangerang, menggelar aksi protes untuk kesekian kalinya. Ratusan warga ini berkumpul dan memblokade Jalan Raya Perancis, Kosambi, Kabupaten Tangerang. Tepatnya di depan Pabrik PT Paradise.

Kebetulan, tiba-tiba terlihat ada lima truk tanah berwarna hijau melintas. Warga pun langsung berkerumun menutup jalan. Truk distop.  Tak lama, sejumlah polisi datang untuk bernegosiasi dengan warga. Akhirnya, dua truk dilepaskan. Tiga disandera.

Warga memasang berbagai spanduk protes di badan truk. Anggota polisi pun akhir berkerumun menyemut di sekitar truk yang disandera. Kehadiran warga itu untuk menyampaikan keluh kesalnya. Mereka meminta Peraturan Bupati tentang larangan truk pasir operasi pagi hingga pukul 22.00 ditegakkan dengan tegas.

“Masyakarat Kecamatan Kosambi sudah empat kali menggelar aksi. Tak ada yang mengkoordinasi. Ini murni warga bergerak. Kami sudah kesal dengan truk-truk tanah yang melanggar ini,” ujar Wahyudi, perwakilan warga.

Kata Wahyudi, permintaan warga tak muluk-muluk. Hanya penegakan Peraturan Bupati (Perbup) Tangerang Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pembatasan Jam Operasional Angkutan Barang. Perbup itu menyatakan truk tanah dan kendaraan berat boleh beroperasi mulai pukul 22.00 hingga 05.00 di seluruh Kabupaten Tangerang.

“Sudah terlalu banyak korban jiwa. Salah satu korban istri saya jatuh sepulang kerja, pendarahan akhirnya meninggal. Tindak tegas truk-truk tanah yang melanggar,” ujar Wahyudi penuh emosi.

Wahyudi melanjutkan, setelah dilakukannya pertemuan dan mediasi beberapa kali, penegakan hukum tetap saja tidak mempan. Truk tetap saja melintas. “Dinas Perhubungan memang menindak, tapi truk cuman difoto, terus pulang lagi. Besok ada lagi yang melanggar lebih banyak,” keluh Wahyudi.

Supriyadi, warga Kosambi lainnya juga menyampaikan kekhawatirannya. Menurut dia, jika truk melintas di luar jam yang diatur Perbup, nyawa warga sangat terancam. “Truk tanah ini sudah menggangu warga. Kami hanya ingin Pergub ditegakkan. Tidak menyetop 24 jam kok. Sudah banyak yang mati dan jadi korban. Stop mobil tanah besok. Jangan ada aktifitas. Aktifitas warga setiap pagi, anak sekolah, pergi ke pasar, terancam menjadi korban truk tanah yang melanggar ini. Kemarin saja, di Kawaraci, empat orang meninggal,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Kamis (1/8) lalu, truk pengangkut tanah makan korban. Truk rebah dan menimpa sebuah mobil minibus. Diketahui mobil tersebut adalah taksi online. Di dalamnya terdapat empat orang penumpang dan satu sopir. Hanya seorang yang selamat, seorang balita 13 bulan yang selamat. Sedangkan ibu dan dua orang saudara meninggal di lokasi kejadian.

Dishub Kota Tangerang menahan puluhan truk pengangkut tanah yang melanggar jam operasional. (Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres)

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Tangerang mengandangkan 69 unit truk pengangkut tanah. Armada truk ditindak karena melintas di luar jam operasional.

Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Tangerang Andika Nugraha mengatakan, sejak Jumat (2/8) pihaknya telah menahan 69 truk tanah yang melintas di Kota Tangerang maupun yang ingin masuk ke Kota Tangerang. Puluhan truk tersebut diparkir di areal parkir stadion Benteng. Hal itu dilakukan untuk memberikan peringatan kepada sopir yang melanggar jam oeprasional.

“Hasil penindakan yang kami lakukan ada 69 truk. Penindakan bekerja sama dengan Polres Metro Tangerang Kota untuk memberikan peringatan kepada sopir yang nekat melanggar di luar jam oprasional. Truk dilarang melintas mulai pukul 06.00 sampai dengan 21.00,” ujar Andika sebagaimana dilansir Tangerang Ekspres (Jawa Pos Group), Sabtu (3/8).

Andika menambahkan, seluruh truk tersebut disimpan di stadion Benteng untuk nantinya akan dilakukan pemeriksaan oleh Petugas Lalulintas Polres Metro Tangerang Kota. “Kita tidak bisa melakukan penindakan tilang, maka itu kita menggandeng Polres Metro Tangerang Kota untuk diberikan tindakan tilang jika ada sopir yang melanggar aturan,”paparnya.

Editor : Ilham Safutra


Close Ads