alexametrics

Menang Kasus Sengketa Tanah, Dik Doank Gelar Syukuran

5 April 2021, 17:38:40 WIB

JawaPos.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang memenangkan Dik Doank dalam kasus sengketa tanah seluas sekitar 2.500 meter persegi yang dijadikan Kandank Jurank.  Vonis tersebut secara resmi dibacakan oleh majelis pada 31 Maret 2021. Dik Doank pun menggelar acara syukuran atas kemenangan tersebut sebagai ekspresi kebahagiaan dan rasa syukur.

Acara syukuran digelar di Kandank Jurank yang terletak di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (4/4) kemarin. Acara tersebut dihadiri sejumlah pihak termasuk kalangan pengusaha dan para pelaku UMKM. Mereka datang ke acara syukuran karena diundang dan di hari bersamaan juga diadakan acara bazar untuk ikut mendongkrak para pelaku usaha kecil dan menengah.

“Semua pengacara datang, istri Wali Kota Tangerang Selatan terpilih juga datang, owner UMKM datang, pengusaha dan pelaku industri kreatif juga dihadirkan,” tutur Dedy DJ, pengacara Dik Doank kepada JawaPos.com Senin (5/4).

Dia membenarkan bahwa tim pengacara tidak dibayar untuk memberikan bantuan hukum kepada Dik Doank. Hati mereka tergerak untuk ikut membantu karena merasa kasihan kepada pemilik Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denada Kusuma dan keluarga telah dibuat tidak nyaman oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai ahli waris sejak 2018 silam. “Kami beneran nggak dibayar, nggak dibayar. Kami diminta sama teman-teman, kasihan tuh sudah 2 tahun diganggu oleh orang nggak jelas,” aku Dedy DJ.

Namun sesungguhnya Dik Doank sudah membeli tanah tersebut yang dibuktikan dengan adanya sertifikat. Sementara pihak ahli waris mengklaim masih punya hak atas tanah di Kandank Jurank dengan menyebut tidak pernah ada proses pengalihan hak milik. Meskipun pada akhirnya argumentasi pihak penggugat dipatahkan oleh putusan majelis hakim PN Tangerang. “Kami tersentuh untuk membantu Om Dik, karena istrinya juga ikut pengajian bareng kita,” ucap Dedy DJ lebih lanjut.

Tanah yang disengketakan seluas sekitar 2.500 meter persegi telah dibeli secara bertahap oleh Dik Doank dari sejumlah orang. Yaitu tanah seluas 600 meter persegi dibeli Dik Doank pada 3 Septmber 2003 dari Ade Lius, tanah seluas 615 meter persegi dibeli dari Edward Palandeng pada 25 Oktober 2002. Kemudian tanah 330 meter dibeli dari Oey Sri Mulyani dan 500 meter beli dari Arawita.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Abdul Rahman




Close Ads