alexametrics

Sudah Dipisah, Duduk Penumpang Pria-Perempuan Masih Bebas di Angkot

4 Agustus 2022, 19:45:58 WIB

JawaPos.com – Pelecehan seksual di angkot yang terjadi Juli lalu membuat Pemprov DKI mencanangkan pemisahan tempat duduk antara perempuan dan laki-laki di angkot. Namun begitu, hingga kini penerapan kebijakan tersebut masih tersendat dan belum tersosialisasi dengan baik.

Sugeng salah satu sopir angkot Jaklingko mengatakan bahwa tidak ada aturan penerapan tempat duduk yang dipisah antara laki-laki dan perempuan dalam angkotnya.  “Nggak ada kok. Ini tetap dicampur semua, bebas duduk di mana aja,” ujarnya saat beristirahat sembari menunggu penumpang di Halte Jaklingko Tanah Abang 1, Kamis (4/8).

Saat ditanya mengenai kasus pelecehan seksual yang terjadi di angkot Jaklingko, Sugeng justru dengan percaya diri menjawab tidak pernah ada kejadian pelecehan seksual di angkot Jaklingko.  “Setahu saya nggak pernah ada kejadian pelecehan seksual di angkot-angkot itu,” katanya.

Lebih jauh, Sugeng juga mengaku tak pernah mendengar arahan untuk memisahkan tempat duduk antara laki-laki dan perempuan di angkot untuk pencegahan kejadian pelecehan seksual.

Sementara itu, Linda (bukan nama sebenarnya) mengatakan mendukung kebijakan pemerintah untuk memisahkan tempat duduk antara laki-laki dan perempuan di kendaraan umum termasuk angkot. “Setuju sih, soalnya udah banyak juga kasusnya kan. Jadi kalau gitu bisa menghambat kejadian pelecehan seksual,” ucapnya.

Namun begitu, hingga terakhir kali menjadi penumpang di angkot Jaklinglo, Linda mengaku tak pernah merasa diperingatkan untuk duduk secara terpisah dengan penumpang laki-laki. Dia menambahkan, sosialisasi terkait kebijakan tersebut mesti digalakkan lebih besar lagi agar segera dapat diterapkan.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Tazkia Royyan Hikmatiar

Saksikan video menarik berikut ini: