alexametrics

Melintas di Jalur Puncak, Mobil Pelat B Diperiksa Bupati Bogor

4 April 2020, 21:19:08 WIB

JawaPos.com – Bagi pengendara dari Jakarta atau menggunakan kendaraan berpelat B perlu hati-hati jika melintas ke Jalur Puncak, Kabupaten Bogor. Di sana kini ada pemeriksaan.

Untuk mengantisipasi penyebaran covid-19, Bupati Bogor Ade Yasin pun turun untuk memeriksa kendaraan yang melintas di daerah yang dia pimpin.

Pemeriksaan itu berlangsung di Gadog, Kecamatan Ciawi. Di sana, Sabtu pagi (4/4), Ade Yasin juga ditemani Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor.

“Kami harus waspadai orang-orang eksodus dari Jakarta untuk diam di vila. Di sinilah kita periksa. Tanya tujuannya ke atas mau apa. Karena, masyarakat pun sudah melakukan penyekatan desa-desa atau di masing-masing wilayah yang menuju vila,” ujar Ade Yasin usai memeriksa sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (4/4).

Menurut Ketua DPW PPP Jawa Barat itu, vila-vila dan hotel di Jalur Puncak sudah banyak yang tutup sejak pandemi virus korona. Langkah itu dilakukan untuk mencegah penularan virus mematikan tersebut.

“Biasanya hari-hari libur begini banyak orang dari Jakarta menuju vilanya. Pariwisata sudah tutup, hotel juga sudah banyak yang tutup karena memang tamunya juga sudah tidak ada,” kata Ade Yasin.

Adapun pemeriksaan dilakukan dengan cara memeriksa suhu tubuh, pemberian masker, cairan pembersih tangan, serta penyemprotan disinfektan kendaraan, sebelum kembali meneruskan perjalanan.

Aksi serupa juga dilakukan di tiga lokasi lainnya yang menjadi gerbang masuk Kabupaten Bogor. Yaitu, Puncak Pas, Cigombong, dan Jalan Layang Cibinong.

“Sosialisasi kepada para pengguna jalan ini bertujuan agar mereka mempertimbangkan kembali perjalanannya menuju Bogor,” kata Ade Yasin.

Dia mengatakan, serangkaian langkah pencegahan yang dilakukan sesuai instruksi presiden melalui Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Yakni seluruh kabupaten dan kota khususnya di Jawa Barat agar memberdayakan potensi masyarakat dalam bentuk RW Siaga.

Dia menargetkan pembentukan 3.759 RW Siaga di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor. “Tugas RW Siaga ini di antaranya melakukan sosialisasi, edukasi dan pembatasan pergerakan keluar masuk warga, termasuk memonitor tamu dan orang-orang yang tidak berkepentingan berada di wilayah masing-masing,” katanya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Antara



Close Ads