alexametrics

Sanksi Tegas Buat Penjual Rumah DP 0 Rupiah

3 November 2019, 14:02:57 WIB

JawaPos.com – Diresmikannya Rusunami Klapa Village, Jakarta Timur, atau rumah DP 0 Rupiah masih menyisakan potensi kecurangan. Sebab pemilik yang membeli unit dengan harga murah, berkemungkinan memanfaatkan untuk disewakan atau bahkan dijual kembali dengan harga mahal.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan percaya program rumah murah ini jatuh kepada masyarakat yang tepat. Sehingga dia berharap hunian itu dijadikan tempat tinggal sesuai fungsinya. Tidak untuk dialihkan tangankan kepada pihak lain.

“Mereka yang sedang bersyukur sekali punya rumah. Jadi mudah-mudahan sih rasanya tidak dalam posisi ingin menjual lagi,” ujar Anies di Klapa Village, Jakarta Timur, Sabtu (31/8).

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Kelik Indriyanto mengatakan, jajarannya bersama pihak-pihak bersangkutan telah melakukan seleksi ketat kepada para calon penguni. Sehingga meminimalisir jatuh pada pihak yang tidak tepat.

“Kami ketat dalam proses seleksi. Dan kita arahkan supaya tidak salah orang untuk investasi. Jadi benar-benar warga yang memerlukan,” ucap Kelik.

Sistem jual kembali untuk hunian ini pun tidak bisa sembarangan. Penghuni harus menjual rumahnya melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), tidak bisa langsung kepada pembeli. Nantinya, BLUD yang akan melakukan verifikasi kepada calon pembeli baru. Sehingga program bantuan pemerintah ini tetap bisa ditujukan kepada rakyat kecil.

“Mekanisme kembali dijual pun tidak mudah, nanti akan harus melewati BLUD kita, tidak bisa langsung ke tangan orang lain lagi,” tegasnya.

Pemprov sendiri telah menyiapkan sanksi untuk oknum yang membandel. Bisa berupa teguran di awal, bila tak diindahkan, bisa berupa pencabutan bantuan program rumah DP 0 Rupiah. “Sanksinya tidak akan ada lagi pakai surat peringatan, bisa langsung dicabut subsidinya dan akan diberikan sanksi tegas,” tuturnya.

Petugas ketika menjelaskan tentang program rumah DP nol rupiah kepada warga. Rumah DP 0 rupiah berlokasi di Pondok Kelapa, Jakarta. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Sejak 28 Juni 2019, bus TransJakarta melayani penghuni rumah DP 0 Rupiah Nuansa Pondok Kelapa dari Halte BKN (Badan Kepegawaian Negara) di Cawang, Jakarta Timur. Berkolaborasi dengan SMKN 26, SMKN 56, SMKN 52, SMKN 4 Jakarta, serta Universitas Trilogi Jakarta, Perumda Pembangunan Sarana Jaya juga memberi referensi penataan hunian kepada calon penghuni.

Hunian DP 0 Rupiah di Pondok Kelapa itu dibangun di atas lahan 5.686 meter persegi, dengan total 21 lantai, terdiri atas 780 unit yang dibagi menjadi 3 tipe. Yaitu, tipe studio berjumlah 240 unit, dengan kisaran harga setiap unit Rp 184,8 – 195,8 juta; tipe 1 kamar berjumlah 180 unit, dengan kisaran harga per unit Rp 210,7 – 213,4 juta; dan tipe 2 kamar berjumlah 360 unit, dengan kisaran harga tiap unit Rp 304,9-310,6 juta.

Adapun fasilitas yang terdapat di hunian ini di antaranya, Balai Warga, PAUD, Taman Bermain Anak, Musala, dan bus Transjakarta. Selain itu, hunian juga dekat dari pasar dan sekolah.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Bintang Pradewo



Close Ads