alexametrics

Doa Lintas Agama dari Polri untuk Indonesia yang Lebih Baik

2 Juli 2022, 08:52:15 WIB

JawaPos.com – Mabes Polri menggelar kegiatan doa bersama lintas agama dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Bhayangkara. Doa bersama yang di Lapangan Bhayangkara Polri, Jakarta Selatan, Jumat (1/7) itu menjadi ikhtiar batiniah untuk kebaikan Bangsa Indonesia.

Dalam acara itu, doa dari wakil Agama Islam dibacakan oleh Wakil Ketua PBNU K.H. Zulfa Musthafa. Lantas, perwakilan Agama Protestan dibacakan oleh Pendeta Robert Hutapea. Untuk wakilan Agama Khatolik dibacakan oleh Romo David Lerebulan. Perwakilan Agama Hindu dibacakan oleh Krht Astono Chandra Dana. Sedangkan perwakilan Agama Buddha dibacakan oleh Bhikku Dhammasubbho Mahthera. Sementara perwakilan Agama Konghucu dibacakan oleh, WS. Sunarta Hidayat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, doa bersama seluruh umat beragama di Indonesia ini menjadi pendukung dari setiap langkah dan upaya lahiriah demi membawa Indonesia menjadi lebih maju. “Doa lintas agama menjadi sesuatu yang sangat penting. Doa menjadi salah satu ikhtiar batiniah dari apa yang kita lakukan, selain upaya lahiriah yang selama ini sudah dilaksanakan bersama,” kata Sigit.

Lebih lanjut Sigit menjelaskan, upaya ikhtiar batiniah dan lahiriah harus terus berjalan beriringan. Apalagi, saat ini tengah terjadi situasi global yang penuh dengan ketidakpastian. Setelah terjadinya pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia, kini lingkungan global dihadapkan dengan konflik dua negara yakni Rusia dan Ukraina.

“Kita tahu, saat ini sedang menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian. Baru saja kita tangani pandemi Covid-19, kita jaga, kawal kebijakan Pemerintah untuk kembalikan pemulihan ekonomi. Namun muncul masalah baru terkait situasi global yaitu, konflik Rusia dan Ukraina. Mau tidak mau ini berdampak juga terhadap situasi yang akan berdampak terhadap krisis pangan dan energi,” ujar Sigit.

Tak hanya diperlukan untuk situasi global, upaya ikhtiar batiniah dan lahiriah ini harus dilakukan guna menghadapi perkembangan situasi di dalam negeri. Sigit lantas menekankan untuk terus menjaga rasa persatuan dan kesatuan. Itu semua diperlukan sinergisitas seluruh elemen masyarakat.

Sigit menegaskan untuk menghadapi segala bentuk potensi ancaman, gangguan, maupun permasalahan di Indonesia dengan bergandengan tangan seluruh elemen. “Saat ini kita akan menghadapi Pemilu. Baik Pilpres, Pileg, dan Pilkada. Selain itu, ada peningkatan penyakit mulut dan kuku (PMK). Ini semua butuh suasana kebatinan untuk sama-sama bisa kita jaga,” ucap Sigit.

Dengan adanya seluruh upaya tersebut, Sigit meyakini bahwa Indonesia akan tetap berjalan on the track dalam menghadapi segala tantangan dengan mempersatukan dan mempererat kekuatan keberagaman agama, etnis dan budaya. Kekuatan Bhinneka Tunggal Ika yang dimiliki bangsa ini akan membawa Indonesia tumbuh dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini: