Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 19.54 WIB

Undang Korban Kecelakaan Disebabkan Truk Tambang, Gubernur Dedi Mulyadi: Parung Panjang Tragedi Kemanusiaan


Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengundang korban kecelakaan truk tambang Parung Panjang ke kantor, mengakui abainya negara. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menyampaikan bahwa negara telah abai dalam memberikan keselamatan dan memberikan hak kepada warga parung Panjang dan sekitarnya selama bertahun-tahun.

Sebagai bentuk pengakuan abainya negara kepada rakyatnya, KDM mengundang sejumlah orang yang menjadi korban kecelakaan truk tambang Parung Panjang ke kantor Gubernur Jawa Barat.

"Yang pertama saya mengucapkan terima kasih atas kehadirannya di Gedung Pakuan yaitu Kantor Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat. Barangkali pertama dalam sejarah kehidupan bapak-ibu orang Parung Panjang datang ke sini," kata Dedi Mulyadi di hadapan sejumlah korban kecelakaan truk tambang, alam video diunggah Kang Dedi Mulyadi Channel.

Orang-orang yang hadir pada saat itu kompak mengakuinya. Mereka menyebut, baru pertama kalinya menginjakkaan kaki di kantor Gubernur Jawa Barat. "Benar, Pak," kata mereka kompak.

Dedi Mulyadi mengakui dirinya memberikan perhatian kepada Parung Panjang yang menjadi pusat masalah selama bertahun-tahun. KDM merasa perlu memanfaatkan otoritas yang kini dipegangnya sebagai Gubernur Jabar untuk membawa kebaikan bagi warga Parung Panjang dan sekitarnya.

"Saya ini punya intuisi kepemimpinan yang selalu ingin membangun harmoni hubungan hidup manusia. Manusia dengan Allah, manusia dengan alam, manusia dengan manusia. Kemudian yang pada akhirnya semuanya menuju harmoninya manusia dengan Tuhan," tuturnya.

Dedi Mulyadi mengaku, desakan untuk dirinya bertindak ke Parung Panjang sebenarnya bukan baru-baru ini saja. Sejak masih menjadi anggota DPR RI, banyak orang Parung Panjang sampai menginap di rumahnya meminta KDM untuk terlibat menyelesaikan permasalahan di wilayah yang berbatasan dengan provinsi Banten itu.

"Ketika saya terpilih menjadi Gubernur,saya bisa melihat kondisi Parung Panjang yang sebenarnya. Saya melihat Parung Panjang itu adalah peristiwa tragedi kemanusiaan," katanya.

Peristiwa tragedi kemanusiaan yang dimaksud Dedi Mulyadi adalah ada ratusan orang meninggal dunia akibat ditabrak, dilindas truk tambang. Angka itu baru beberapa tahun belakangan saja. Jika ditarik ke belakang selama puluhan tahun tambang beroperasi, bisa jadi sudah ribuan orang tak berdosa melayang menjadi 'kayu bakar' aktivitas pertambangan.

Selain itu, ada ratusan orang yang mengalami luka bahkan mengalami cacat permanen akibat aktivitas pertambangan di wilayah Parung Panjang dan sekitarnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore