
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag Waryono Abdul Ghafur (baju hitam) bersama korban kebakaran Manggarai, Sabtu (17/8). (Dok. Humas Kemenag)
JawaPos.com - Salah satu sudut perkampungan padat penduduk di kawasan Manggarai, Jakarta mengalami kebakaran hebat pada Selasa (13/8) dini hari WIB. Akibat kebakaran itu, proses pemulihan korban dari sisi fisik maupun mental diperkirakan butuh waktu lama.
Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur. Di momen peringatan HUT ke-79 RI pada Sabtu (17/8), Waryono mengunjungi lokasi kebakaran Manggarai. Dia berinteraksi serta mengonsolidasikan bantuan kepada sejumlah korban kebakaran. Kegiatan ini kolaborasi Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Baznas, Baznas Bazis Jakarta, lembaga amil zakat, dan Forum Zakat (FOZ).
Pada kesempatan itu, Waryono menjelaskan kemungkinan proses pemulihan para korban, baik secara mental dan fisik. Dia memperkirakan kemungkinan akan memakan waktu yang lama. Untuk itu dia menyarankan, kepada semua pihak yang terlibat di dalam kolaborasi aksi sosial membantu warga korban kebakaran di Manggarai.
"Caranya bisa membuat program jangka pendek dan jangka panjang untuk mempermudah membantu pemulihan para pengungsi," katanya.
Sehingga bantuan bisa berjalan berkelanjutan, serta mengikuti kebutuhan para korban. Misalnya untuk masa tanggap darurat sekarang, dibutuhkan bantuan seperti makanan dan obat-obatan. Kemudian nanti bantuan pendampingan psikososial.
Waryono berharap momen ini sekaligus bisa menjadi simbol kebersamaan di Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79. "Kita harus bersatu bersama-bersama demi para korban. Semoga ini bisa menjadi momentum di Hari Kemerdekaan Indonesia," kata Waryono.
Pada kesempatan itu, Waryono juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Kolaborasi Aksi Kebakaran Manggarai. Ia menuturkan bahwa program ini merupakan implementasi koordinasi sebelumnya terkait tanggap darurat kebakaran di Manggarai.
"Saya tentu saja menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, FOZ, LAZ, Baznas, BPBD, Kecamatan setempat dan semua pihak relawan yang terlibat," ucap Waryono. Ia juga menjelaskan bahwa sejauh ini bantuan yang diberikan sudah mencakup seluruh kebutuhan, dari kebutuhan pokok, alat sholat, hingga mushola.
Selain itu, mereka juga menyiapkan bantuan lain, seperti sembako, alat sholat, hingga ada musala. Waryono menilai, dengan kolaborasi ini, kita bisa secara tepat mengidentifikasi kebutuhan para pengungsi. "Insya Allah kalau gotong royong, seberat apapun masalah, kita junjung bersama semua bisa menjadi lebih ringan," tambahnya.
Sebagai informasi, bantuan yang disalurkan dalam rangka kolaborasi sejumlah lembaga itu mencapai Rp 280 juta. Selain itu sebanyak 194 relawan juga terlibat dalam penanganan masa tanggal darurat. Kemudian juga ada bantuan 75 unit kendaraan operasional yang siap siaga untuk mobilitas kebutuhan para pengungsi dan relawan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
