Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 April 2023 | 12.59 WIB

Ribuan Ikan Mati di Sungai Cileungsi, Polisi Buka Penyelidikan

Polisi menyelidiki penyebab ribuan ikan mati di Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA/HO-Humas Polres Bogor - Image

Polisi menyelidiki penyebab ribuan ikan mati di Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA/HO-Humas Polres Bogor

JawaPos.com - Kepolisian Sektor Cileungsi, Polres Bogor, turut melakukan penyelidikan mengenai penyebab ribuan ikan mati di Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang diduga akibat pencemaran limbah bahan beracun dan berbahaya (B3), dikutip dari ANTARA.

"Kami bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab matinya ikan-ikan tersebut," kata Kapolsek Cileungsi, Kompol Zulkarnaen dalam keterangannya di Bogor, Minggu (9/4) malam kemarin.

Baca Juga: Diduga Ditipu Biro Perjalanan Umrah, Rugi Rp 401 Juta, 11 Orang Lapor Polisi

Ia mengungkapkan, Polsek Cileungsi saat ini berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor dan beberapa instansi lain untuk melakukan uji laboratorium terhadap sampel air dari Sungai Cileungsi.

"Melakukan uji lab terhadap sampel air aliran sungai Cileungsi, guna mengetahui penyebab pasti matinya ikan-ikan yang berada di aliran Sungai Cileungsi tersebut," ujarnya.

Baca Juga: Latih Daya Juang Anak sejak Prasekolah: Beri Kesempatan Berusaha, Tidak Melulu Dibantu

Kompol Zulkarnaen menyebutkan, peristiwa matinya ribuan ikan di Sungai Cileungsi itu terjadi pada Kamis (6/4) sore sekitar pukul 16.00 WIB, sehingga mencuri perhatian warga.

Masyarakat yang berada di aliran sungai, kata dia, memanfaatkan peristiwa tersebut dengan cara turun ke sungai dan mengambil ikan-ikan yang mati untuk dikonsumsi.

Baca Juga: Roberto Firmino Selamatkan Wajah Liverpool di Anfield, The Reds Tahan Imbang Arsenal 2-2

Sebelumnya, Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) menduga ribuan ikan yang mati di Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akibat alirannya tercemari limbah bahan beracun dan berbahaya (B3).

"Patut diduga sumber pencemaran limbah antara jembatan Leuwikaret, Klapanunggal dengan jembatan Wika, Tlajung Udik," ungkap Ketua KP2C, Puarman.

Baca Juga: Taklukkan RANS Nusantara, Borneo FC Kasih Kado Spesial untuk Suporter

Ia menjelaskan, aliran sungai yang membawa ikan-ikan dalam kondisi mati ini berlangsung lebih dari 24 jam.

Puarman memperkirakan bahwa pencemaran terjadi dari hulu hingga hilir sungai dengan kepekatan pencemaran cukup tinggi yang mulai terjadi pada Kamis (6/4).

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore