alexametrics

Seniman Tolak Komersialisasi Taman Ismail Marzuki

1 Desember 2019, 22:22:56 WIB

JawaPos.com – Revitaliasi Taman Ismail Marzuki (TIM) yang dilakukan PT Jakarta Propertindo terus menuai penolakan para seniman. Hal ini karena tempat tersebut disinyalir akan dijadikan sebagai kawasan komersial.

“Kami menolak TIM dijadikan pusat bisnis,” kata Budi salah seorang seniman teater di Jakarta, Minggu (1/12).

Menurut Budi, TIM seharusnya dibangun menjadi pusat seni, bukan sebagai tempat bisnis seperti adanya rencana pembangunan hotel bintang lima, di kawasan tersebut.

Selain itu, para seniman katanya juga menolak TIM menjadi milik Jakpro (Jakarta Propertindo). Menurutnya TIM harusnya bukan milik siapa pun, tapi milik bersama.

“Kemarin sudah ada pertemuan dengan pihak Jakpro tapi kami masih sama, menolak dibangunnya hotel bintang lima dan menjadikan TIM sebagai tempat berbisnis,” imbuh Budi.

Menurutnya, daripada hotel bintang lima, sebaiknya dibangun lebih banyak fasilitas untuk para seniman. Seperti ruang pameran yang layak.

Dikatakan Budi, pada dasarnya, para seniman tidak menolak adanya pembangunan TIM, asalkan TIM menjadi pusat seni yang memenuhi syarat. Hal senada juga dikatakan seniman lain, Andri. “Saya rasa semua seniman disini dengan tujuan yang sama, keberatan dengan adanya pembangunan hotel,” tegas Andri.

Andri mengatakan, hotel sudah banyak di kawasan Cikini, sehingga tidak perlu lagi adanya hotel di TIM. Sebaliknya, pembangunan harusnya lebih mengarah kepada perbaikan fasilitas-fasilitas tempat seni. Dan juga membuat laboratorium seni untuk para seniman.

Editor : Kuswandi

Reporter : Antara



Close Ads