alexametrics

Kasus Dugaan Mafia Kawasan Berikat Naik ke Tahap Penyidikan

1 Maret 2022, 23:23:03 WIB

JawaPos.com – Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah melakukan ekspos atau gelar perkara terkait dugaan kasus mafia pelabuhan yang memenuhi kualifikasi tindak pidana korupsi. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspen) Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, dugaan tindak pidana korupsi yang dimaksud yakni penyalahgunaan kewenangan dan penerimaan uang terkait fasilitas Kawasan Berikat yang melalui Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Emas tahun 2015 sampai dengan 2021.

“Penyalahgunaan kewenangan dan penerimaan uang sehubungan dengan penyalahgunaan fasilitas Kawasan Berikat yang melalui Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Emas tahun 2015 sampai dengan 2021,” ujar Leonard dalam keterangannya, Selasa (1/3).

Leonard mengatakan, dari hasil gelar perkara tersebut, alat bukti sudah dinyatakan cukup. Maka kasus tersebut saat ini masuk ke dalam tahap penyidikan.

“Mafia pelabuhan yang memenuhi kualifikasi tindak pidana korupsi dan masuk dalam tahap penyidikan,” katanya.

Adapun kasus perkara tersebut berawal pada tahun 2016 dan 2017 saat PT HGI mendapatkan fasilitas Kawasan Berikat di Semarang untuk impor bahan baku tekstil yang melalui Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta dan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang. Di sana terdapat dugaan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oleh oknum pejabat Bea dan Cukai bekerja sama dengan pihak swasta.

Padahal seharusnya barang impor berupa bahan baku tekstil tersebut diolah terlebih dahulu menjadi barang setengah jadi di Kawasan Berikat milik PT HGI maupun melalui perusahaan subkontraktor. Baru setelahnya, dilakukan penjualan di dalam negeri maupun dilakukan ekspor.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini: