← Beranda

Niat dan Keutamaan Puasa Nisfu Syaban, Amalan Sunnah Menjelang Ramadhan

Novia HerawatiSelasa, 3 Februari 2026 | 13.55 WIB
Puasa Nisfu Syaban kerap menjadi momen refleksi spiritual yang lembut namun bermakna bagi umat Islam.

 

JawaPos.com - Puasa Nisfu Syaban kerap menjadi momen refleksi spiritual yang lembut namun bermakna bagi umat Islam. Datang di pertengahan bulan Syaban, ibadah sunnah ini sering dimaknai sebagai jeda sejenak dari rutinitas, sekaligus cara menyiapkan diri secara fisik dan batin menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Tidak hanya soal menahan lapar dan dahaga, puasa Nisfu Syaban juga dipahami sebagai proses merapikan niat, memperlambat langkah, dan menguatkan hubungan dengan Allah SWT.

Kapan Puasa Nisfu Syaban 2026 Dilaksanakan?

Berdasarkan kalender Hijriah yang digunakan di Indonesia, tanggal 15 Syaban 1447 H diperkirakan jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Artinya, puasa Nisfu Syaban dilaksanakan sepanjang siang hari pada tanggal tersebut, dimulai sejak terbit fajar hingga waktu Maghrib.

Sahur dapat dilakukan pada dini hari Selasa, lalu puasa dijalani seperti puasa sunnah pada umumnya. Karena kalender Islam menggunakan sistem hari yang dimulai sejak terbenamnya matahari, Malam Nisfu Syaban sendiri dimulai pada Senin malam, 2 Februari 2026.

Banyak orang memilih menghidupkan malam tersebut dengan doa dan dzikir, lalu melengkapinya dengan puasa sunnah di siang harinya.

Niat Puasa Nisfu Syaban

Sebagaimana puasa sunnah lainnya, niat puasa Nisfu Syaban dilakukan sebelum terbit fajar. Niat ini menjadi penegas tujuan ibadah semata-mata karena Allah SWT.

Lafaz niat puasa Nisfu Syaban:

Nawaitush shauma fin nishfi min Syaban sunnatan lillahi ta‘ala,
Artinya: Saya niat puasa sunah pada pertengahan bulan Syaban karena Allah Ta’ala.

Hukum Puasa Nisfu Syaban

Puasa Nisfu Syaban memiliki hukum sunnah, artinya dianjurkan tetapi tidak wajib. Bulan Syaban sendiri dikenal sebagai bulan yang sering diisi Rasulullah SAW dengan puasa sunnah.

Meski terdapat perbedaan pandangan ulama terkait kekuatan hadis yang secara spesifik menyebut puasa pada tanggal 15 Syaban, mayoritas sepakat bahwa berpuasa di bulan Syaban adalah amalan baik, selama dilakukan dengan niat yang benar dan tidak diyakini sebagai kewajiban mutlak.

Karena sifatnya sunnah, tidak ada dosa bagi yang tidak melaksanakannya. Namun bagi yang mampu dan ingin menambah amalan, puasa ini menjadi pilihan ibadah yang bernilai.

Keutamaan Puasa Nisfu Syaban

Puasa Nisfu Syaban sering dipandang sebagai latihan menuju Ramadhan. Tubuh mulai menyesuaikan diri dengan ritme puasa, sementara hati dilatih untuk lebih sabar dan tenang. Selain itu, puasa ini juga membantu menghidupkan bulan Syaban, bulan yang kerap terlewat karena berada di antara Rajab dan Ramadhan.

Banyak orang juga memaknai puasa Nisfu Syaban sebagai kelanjutan dari amalan malamnya. Doa, istighfar, dan dzikir di malam hari seakan disempurnakan dengan puasa di siang hari, menciptakan keseimbangan ibadah lahir dan batin.

Sumber:
Mediakampung.com
Jateng.nu.or.id
Baznas.go.id

EDITOR: Estu Suryowati