← Beranda

Doa Tidur Supaya Terlindungi dari Setan Ketika Beristirahat

Abdul RahmanSelasa, 13 Mei 2025 | 06.02 WIB
Ilustrasi orang yang tidur nyenyak di malam hari. (Freepik)

 

JawaPos.com–Islam termasuk agama yang cukup lengkap mengatur semua aktivitas pemeluknya. Mulai dari mau beristirahat tidur pada malam hari hingga kembali lagi ke tempat tidur.

Salah satu yang penting adalah momen saat akan melakukan istirahat tidur. Sebaiknya kita tidak lupa untuk membaca doa supaya istirahat kita dapat dilindungi Allah SWT dari gangguan setan sampai bangun tidur.

Tidur termasuk kebutuhan dasar manusia yang penting. Bertujuan untuk pemulihan energi, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta memastikan fungsi otak supaya dapat optimal. 

Istirahat tidur merupakan suatu keadaan fisiologis di mana tubuh dan pikiran beristirahat, serta mengalami penurunan kesadaran. Orang bisa dibangunkan dari tidurnya dengan adanya rangsangan yang cukup.

Dalam beberapa tradisi, tidur dapat dianggap sebagai "kematian kecil". Hal itu karena pada saat tidur, kita tidak dalam keadaan sadar dan tidak bisa melakukan aktivitas fisik yang biasa dilakukan pada saat bangun. 

Kendati demikian, tidur dan mati merupakan dua hal berbeda. Karena pada saat tidur, ruh kita masih berada di dalam tubuh dan bisa kembali lagi. Sementara ketika kematian terjadi, ruh kita terpisah dari tubuh dan tidak bisa kembali lagi.

Berikut doa yang bisa dibaca saat akan melaksanakan ibadah tidur.

بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ

Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut.

Artinya: Dengan namaMu ya Allah, aku hidup dan aku mati.

Selain itu, ada juga doa tidur yang lebih panjang sebagai berikut:

للَّهُمَّ أَسْلَمْتُ إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلَا مَنْحَى مِنْكَ إِلا إِلَيْكَ، أَمَنْتُ بكتابكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

Allahuma aslamtu ilaika wawajjahtu wajhii ilaika, wafawwadhtu amrii ilaika waalja'tu dzahrii ilaika raghbatan warahbatan ilaika laa malja'a walaa manhaa minka illa ilaika amantu bikitaabikalladzii anzaita wabinabiyyikalladzi arsalta

Artinya: Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu. Aku menghadapkan wajahku kepada-Mu. Aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Aku menyandarkan punggungku kepadaMu lantaran mengharap dan takut kepadaMu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari ancamanMu kecuali hanya kepadaMu. Aku beriman kepada kitabMu yang Kau turunkan juga (aku beriman) kepada nabiMu yang Kau utus."

Selain itu, kita juga diajarkan Rasulullah, sebelum tidur, untuk menyucikan diri dengan berwudhu terlebih dahulu. Setelah itu, membersihkan tempat tidur sebelum digunakan untuk beristirahat.

Setelah itu, kita bisa membaca doa tidur di atas. Dan alangkah baiknya kita juga melanjutkannya dengan membaca ayat kursi. Karena dengan membaca ayat kursi, Allah akan melindungi diri kita sepanjang tidur. Dalam sebuah hadist Rasulullah, dinyatakan setan tidak akan dapat mendekati orang yang sedang tidur dan sebelum tidur dia membaca ayat kursi.

Berikut ayat kursi yang sangat baik dibaca sebelum tidur:

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Allāhu lā ilāha illā huwa  al-ḥayyul-qayyūm. Lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum. Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍh. Man zal-lażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih. Ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā'. Wasi'a kursiyyuhus samāwāti wal-arḍh. Wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'adẓīm.

Artinya: Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) tidur. Milik-Nya lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah