← Beranda

Tirakat Paling Jos ala Mbah Maimoen: Bukan Amalan Lahir, tapi Hati yang Bersih

Farida Novita RahmahSabtu, 10 Mei 2025 | 23.08 WIB
Mbah Moen semasa hidupnya. (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Pernah dengar wejangan Alm. KH. Maimoen Zubair, pengasuh Ponpes Al-Anwar Sarang soal tirakat? Beliau mengatakan dalam ceramahnya dengan Bahasa Jawa: “tirakat yang paling jos iku ternyata tirakat duwe ati sing apik.”

Lebih lengkapnya, berikut terjemahan Bahasa Indonesia wejangan kiai yang akrab disapa Mbah Moen tersebut:

“Tirakat yang paling JOS itu ternyata tirakat punya hati yang baik. Jangan punya hati yang buruk. Buat apa wiridan kalau hatinya busuk? Buat apa ikut yasinan kalau masih suka ngomongin orang?

Buat apa tahajud kalau hatinya tetap kotor? Nauzubillah. Tirakat itu ya hati yang baik. Gak usah menjelekkan siapa-siapa.”

Wejangan ini sederhana tapi dalam. Ternyata, amalan terbaik bukan sekadar ibadah lahiriah, tapi kemampuan menjaga hati tetap bersih.

Kisah Sahabat dan Amalan Hati

Suatu hari, Rasulullah ﷺ berkata kepada para sahabat bahwa akan datang seorang calon penghuni surga. Lalu muncullah seorang lelaki biasa dari kalangan Anshar, yang tampaknya tidak melakukan amalan menonjol.

Penasaran, Abdullah bin Amr menyelidikinya. Tiga hari tinggal bersama, ia tidak menemukan amalan khusus, yakni tidak tahajud, tidak banyak zikir.

Akhirnya, lelaki itu mengatakan satu hal yang ia jaga: tidak pernah menyimpan iri, dendam, atau kebencian kepada siapa pun.

Nah, ini yang sejalan dengan nasihat Mbah Maimoen tirakat hati yang bersih.

Mau Hati Lebih Bersih? Coba Praktikkan Ini

Berikut beberapa cara sederhana untuk menjaga hati tetap bening:

  1. Latih Empati

Cobalah memahami orang lain. Dengarkan tanpa menghakimi. Bayangkan diri kita di posisi mereka. Semakin kita mengerti, semakin sulit bagi kita untuk menaruh dendam atau merasa lebih baik dari orang lain.

  1. Jangan Mudah Menghakimi

Kita hanya melihat sebagian kecil dari hidup orang lain. Jangan buru-buru menilai. Setiap orang punya perjuangannya masing-masing.

  1. Berbuat Baik Tanpa Pamrih

Lakukan kebaikan tanpa menunggu balasan. Kebaikan yang tulus biasanya akan kembali pada kita dengan cara yang tak terduga.

  1. Belajar Memaafkan

Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan, tapi membebaskan hati dari beban. Kalau masih sulit, mulailah dengan menerima rasa sakitnya, lalu perlahan lepaskan.

  1. Bersyukur Setiap Hari

Luangkan waktu untuk mencatat hal-hal kecil yang patut disyukuri. Ini bisa membuat kita lebih tenang, bahagia, dan jauh dari rasa iri.

  1. Jaga Perkataan dan Perbuatan

Kata-kata kita bisa menyembuhkan, tapi juga bisa menyakiti. Jika tak bisa berkata baik, lebih baik diam. Pilih tindakan dan ucapan yang membangun.

Baca Juga: Kunci Sukses Weton Minggu Wage: Dari Pekerjaan yang Cocok hingga Syarat Tirakat yang Perlu Diperhatikan

Menjadi pribadi berhati baik bukan sesuatu yang instan. Tapi seperti kata Mbah Maimoen, itulah tirakat paling “jos”. Kita bisa mulai dari langkah kecil: sadar diri, memperbaiki niat, dan terus belajar jadi pribadi yang lebih tulus.

EDITOR: Kuswandi