
Ilustrasi wakaf melalui uang. (Istimewa)
JawaPos.com-Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama menegaskan dukungannya atas ide pembentukan Lembaga Pembiayaan Pembangunan Berbasis Wakaf (LP2BW) atau Sharia Economic Development Fund (SEDF).
Hal tersebut disampaikan Muhibuddin, Kasubdit Bina Lembaga dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kemenag via daring dalam acara High Level Meeting yang diinisiasi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama kementerian/lembaga terkait.
Dia mengatakan, dengan pengelolaan yang baik, wakaf dapat menjadi instrumen yang bisa berkontribusi dalam pembangunan nasional.
“Selama ini kita masih sering berhenti di level jargon dan sekadar melihat portofolio negara lain. Namun, di Indonesia wakaf harus benar-benar menjadi nyata, diwujudkan dengan semangat kolektif, dan berkembang menjadi lembaga yang luar biasa. Kementerian Agama memberikan dukungan penuh untuk mewujudkan gagasan ini,” kata Muhibuddin dalam keterangannya.
Dia menambahkan, untuk mewujudkan gagasan tersebut, diperlukan landasan hukum yang kuat dan kokoh. Lembaga yang akan dibentuk harus dilengkapi dengan kerangka regulasi yang kuat dan cermat supaya dapat menopang peran wakaf secara berkelanjutan.
Wakaf sejatinya bukan hal baru di Indonesia karena sudah lama ada. Kendati demikian, belum ada instrumen yang dapat memfasilitasi supaya wakaf dapat menjadi motor penggerak ekonomi. Hak Pengelolaan Lahan (HPL) dinilai bisa menjadi salah satu solusi untuk mendongkrak manfaat tanah wakaf.
Berdasar data Kementerian Agama, lanjut dia, terdapat banyak aset wakaf dengan luasan lebih dari lima hektar yang belum tergarap secara produktif. Kendala utamanya terletak pada belum tersedianya skema pemberdayaan yang dapat memaksimalkan manfaat atas aset tersebut.
“Jika skema Hak Pengelolaan Lahan (HPL) diterapkan, Kemenag siap menyiapkan regulasinya. Bahkan, secara konsep kami sudah menyiapkan PMA terkait pemberdayaan harta benda wakaf. Dengan adanya skema pembiayaan, aset wakaf bisa benar-benar produktif,” kata Muhibuddin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
