alexametrics

Indonesia Sangat Prihatin Kasus Khashoggi

24 Oktober 2018, 07:00:42 WIB

JawaPos.com – Pembunuhan kritikus seperti Jamal Khashoggi adalah sesuatu yang “tidak boleh terjadi lagi”, kata Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir di Jakarta. Dia menjanjikan penyelidikan “menyeluruh dan lengkap”. Pemerintah Arab Saudi memastikan akan melakukan”penyelidikan menyeluruh dan lengkap dan bahwa kebenaran terungkap dan mereka yang terlibat akan bertanggung jawab,” kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir di Jakarta hari Selasa (23/10) kepada wartawan setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi.

“Mekanisme dan prosedur itu diberlakukan untuk memastikan bahwa hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi,” tandas al-Jubeir.

Menlu Arab Saudi itu menyampaikan hal tersebut setelah pertemuan bilateral di Jakarta sekaligus menanggapi pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahwa dia hari ini akan mengungkapkan fakta-fakta yang disebutnya “kebenaran telanjang” tentang pembunuhan Jamal Khashoggi.

Khashoggi, AS, arab saudi, trump, MBS, raja salman,
Menlu Retno Marsudi mengatakan, dia sudah menyampaikan kepada Al Jubeir kalau Jakarta "sangat prihatin" tentang pembunuhan Khashoggi di konsulat (Issak/JawaPos.com)

Indonesia sangat prihatin

Menlu Retno Marsudi mengatakan, dia sudah menyampaikan kepada Al Jubeir kalau Jakarta “sangat prihatin” tentang pembunuhan Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, yang menurut Turki “direncanakan dengan keji”.

Sehari sebelumnya, Adel al-Jubeir bertemu Presiden Indonesia Joko Widodo di Istana Bogor, yang menyerukan penyelidikan “transparan dan menyeluruh” atas pembunuhan tersebut.

Arab Saudi telah mengirim tim ke Turki untuk penyelidikan bersama dan “menemukan bukti pembunuhan” di konsulat Arab Saudi di Istanbul, kata Menlu Arab Saudi itu pada konferensi pers di Jakarta. Dia juga mengatakan, 18 orang telah ditahan di Arab Saudi dan enam pejabat senior pemerintah telah dibebastugaskan sebagai hasil dari penyelidikan oleh pemerintah di Riyadh.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyerukan agar masyarakat internasional mengawasi proses legal pengusutan kasus pembunuhan ini. Memandang skala kasus ini, masyarakat internasional harus ambil bagian untuk menjamin agar para pelakunya dihukum dan pengadilannya bebas dari bias kepentingan nasional Arab Saudi, kata Ketua AJI Abdul Manan kepada harian Jakarta Post hari Minggu (21/10).

Awalnya membantah

Jamal Khashoggi adalah wartawan kawakan dan kolumnis harian Washington Post. Dia dinyatakan hilang setelah mendatangi konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober guna mengurus dokumen untuk pernikahannya.

Pemerintah Saudi awalnya membantah Khashoggi menghilang dan mengatakan dia sudah meninggalkan gedung konsulat dalam keadaan selamat. Tapi polisi Turki bersikeras meyakini bahwa Khashoggi dibunuh oleh tim komando khusus Arab Saudi beranggotakan 15 orang yang dikirim ke Istanbul.

Pada 17 Oktober, sebuah surat kabar Turki memberitakkan Khashoggi disiksa di gedung konsulat Istanbul. Dan diduga keras tubuhnya dimutilasi, saat dia masih hidup. Diperkirakan potongan tubuhnya kemudian dimasukkan ke cairan asam kuat agar cepat hancur.

Setelah lebih dari dua minggu, pemerintah Arab Saudi akhirnya mengakui pada hari Sabtu (20/10) bahwa Khashoggi memang terbunuh di gedung konsulat. Menurut versi Arab Saudi, Khashoggi terlibat pertengkaran fisik ketika diinterogasi dan meninggal. Penjelasan dari Riyadh ini ditolak oleh pemerintah Turki dan banyak negara lain, yang menuntut penyelidikan independen dan transparan.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : hp/as (afp, rtr, ap)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Indonesia Sangat Prihatin Kasus Khashoggi