JawaPos Radar

Turki Sebut Ada 15 Anggota Tim Komando Khusus Guna Musnahkan Khashoggi

18/10/2018, 01:58 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Khashoggi, AS, arab saudi, trump, MBS, raja salman,
Selanjutnya NYT menulis, tiga tersangka lain juga berasal dari pasukan pengawal Putra Mahkota Arab Saudi. Sedangkan satu orang lain diduga pejabat tinggi tim forensik Arab Saudi (Picture-Alliance)
Share this

JawaPos.com - Harian New York Times melaporkan, seorang tersangka pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi sering terlihat mengawal Putra Mahkota Pangeran Salman. Arab Saudi selama ini membantah insiden itu. Seorang tersangka yang terkait kasus hilangnya jurnalis kawakan asal Arab Saudi Jamal Khashoggi tahun ini terlihat mengiringi kunjungan Pangeran Mahkota Salman ke AS, Spanyol dan Perancis, kata harian New York Times (NYT) dalam laporan khususnya.

Harian itu juga merilis beberapa foto Maher Abdulasis Mutreb yang disebut sebagai pengawal pribadi Salman. Dia terlihat mendampingi Pangeran Mahkota Arab Saudi dalam kunjungan ke beberapa negara.

Selanjutnya NYT menulis, tiga tersangka lain juga berasal dari pasukan pengawal Pangeran Salman. Sedangkan satu orang lain diduga pejabat tinggi tim forensik Arab Saudi. Aparat keamanan Turki baru-baru ini menyebut ada sekitar 15 tersangka yang tersangkut "pembunuhan" Jamal Khashoggi di gedung konsulat arab Saudi di Istanbul. Sedikitnya 9 tersangka berasal dari aparat keamanan, militer atau bekerja di kementerian Arab Saudi.

Khashoggi, AS, arab saudi, trump, MBS, raja salman,
Harian New York Times melaporkan, seorang tersangka pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi sering terlihat mengawal Putra Mahkota Arab Saudi (AFP)

Kunjungan Pangeran Salman ke Houston, AS, April 2018. New York Times menyebut Maher Abdulasis Mutreb (kedua dari kiri) terlibat kasus penghilangan Jamal Khashoggi

Hasil investigasi jurnalistik

NYT mengatakan, mereka mengidentifikasi tersangka berdasarkan hasil pencarian dengan piranti lunak pengenal wajah, bank data dengan nomor telepon selular Arab Saudi, dokumen-dokumen Arab Saudi yang sudah dipublikasi, keterangan saksi dan laporan media-media lain.

Beberapa media melaporkan, Arab Saudi kini menyiapkan keterangan resmi dengan skenario bahwa Jamal Khashoggi tidak sengaja terbunuh oleh aparat keamanan yang hanya ditugaskan untuk menculiknya. Namun selama interogasi di Turki, beberapa orang "kehilangan kesabaran".

Pemerintah Arab Saudi hingga kini membantah keras semua tuduhan mengenai keterlibatannya dalam kasus ini. Jamal Khashoggi yang memiliki paspor Arab Saudi hingga kini dinyatakan hilang, setelah mendatangi konsulat Arab Sudi di Istanbul untuk urusan administratif. Dia terakhir tinggal di AS dan sering menulis ulasan-ulasan kritis mengenai pimpinan Arab Saudi.

Rekaman CCTV di bandara Istanbul yang dirilis penyidik Turki menunjukkan kedatangan "komando khusus" Arab Saudi, 2 Oktober 2018
Operasi satuan khusus?

Para penyidik Turki terutama menyelidiki 15 warga Arab Saudi yang disebut-sebut sebagai tim komando khusus yang tiba di Istanbul pada hari menghilangnya Jamal Khashoggi.

Negara-negara industri yang tergabung dalam kelompok G-7 dan pejabat urusan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini menuntut "keterangan jelas" dan klarifikasi dari Riyadh. Kelompok G-7 terdiri dari AS, Inggris, Perancis, Kanada, Jerman, Jepang dan Italia.

Namun sikap pemerintah AS sedikit melunak setelah Presiden Donald Trump menegaskan tidak akan ada sanksi ekonomi berat terhadap Arab Saudi. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang datang ke Riyadh dan bertemu dengan Putra Mahkota Pangeran Salman (foto artikel) mengatakan hari Selasa (17/10), dia percaya bahwa pimpinan Arab Saudi "akan bekerja serius menemukan dan mengungkapkan semua fakta secara kredibel serta menjamin kredibilitas para pejabat tinggi Arab Saudi".

Menurut Presiden AS Donald Trump, Pangeran Salman sebelumnya sudah menegaskan kepadanya bahwa jajaran pimpinan di Arab Saudi tidak mengetahui apa yang telah terjadi di konsulatnya di Istanbul. Trump mengatakan kepada kantor beriota AP, prinsip praduga tak bersalah juga harus berlaku untuk Arab Saudi.

DW

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up