alexametrics

Menlu Jerman Kritik Pengusiran Dubesnya dari Venezuela

8 Maret 2019, 07:05:28 WIB

JawaPos.com – Pemerintahan Presiden Nicolas Maduro menyatakan Dubes Jerman di Caracas Daniel Kriener sebagai persona non grata. Dia diberi waktu 48 jam untuk meninggalkan Venezuela.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas hari Kamis (7/3) mengeritik keputusan Venezuela mengusir Dubes Jerman Daniel Kriener.

“Ini adalah keputusan yang tidak dapat dipahami, yang memperburuk situasi dan tidak berkontribusi untuk de-eskalasi,” kata Haiko Maas dalam sebuah pernyataan. “Dukungan kami, Eropa, untuk Juan Guaido tidak terputus. Duta Besar Kriener melakukan pekerjaan luar biasa di Caracas, termasuk dalam beberapa hari terakhir.”

jerman, menlu jerman, venezuela, dubes jerman,
Juan Guaido yang mendeklarasikan diri sebagai presiden transisi Venezuela dan mendapat pengakuan dari lebih 40 negara termasuk Jerman, membela kehadiran Daniel Kriener di bandara (Reuters)

Dubes Daniel Kriener datang ke bandara di Caracas hari Selasa lalu (5/3) untuk menyambut kedatangan pimpinan oposisi Juan Guaido dari kunjungan luar negerinya. Ketika itu beberapa diplomat dari Eropa, AS dan Amerika Selatan hadir di bandara, juga untuk mencegah penangkapan Juan Guaido.

Pemerintahan Presiden Nicolas Maduro gusar dengan tindakan itu dan menuduh Dubes Daniel Kriener sudah berpihak. “Venezuela adalah negara bebas dan merdeka. Karena itu tindakan para wakil-wakil diplomatik, yang merupakan tindakan mencampuri urusan dalam negeri bangsa dan negara, tidak diijinkan”, kata Kementerian Luar Negeri Venezuela.

Dubes Jerman di Caracas Daniel Kriener lalu dinyatakan sebagai “persona non grata” hari Rabu (6/3) dan diminta meninggalkan negara itu dalam waktu 48 jam. Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Jerman, saat ini hanya Kriener yang menerima konsekuensi itu.

Guaido bela Dubes Jerman

Juan Guaido yang mendeklarasikan diri sebagai presiden transisi Venezuela dan mendapat pengakuan dari lebih 40 negara termasuk Jerman, membela kehadiran Daniel Kriener di bandara.

“Dubes Jerman di Venezuela akan mendapat dukungan penuh dan penghargaan kami”, tulis Guaido di Twitter. “Kami menjadi saksi, bahwa dia (dubes Jerman) terpanggil mendukung demokrasi, menghormati konstitusi dan menunjukkan solidaritas dengan rakyat Venzuela.”

Juga parlemen Venezuela yang dikuasai oposisi menolak pengusiran Dubes Jerman di Caracas. Anggota dewan Omar Barboza mengatakan dalam sidang parlemen hari Rabu, pengusiran dubes Jerman adalah satu bukti lagi tentang “sikap totaliter” pemerintahan Maduro.

Juan Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden transisi 23 Januari lalu, setelah Nicolas Maduro menolak melaksanakan pemilihan umum baru. Lebih 50 negara, di antaranya Jerman dan banyak negara Eropa lain, mengakui kepresidenan Juan Guaido. Politisi berusia 35 tahun itu menuntut pembentukan pemerintahan transisi dan pelaksanaan pemilu baru. Sementara pemerintahan Nicolas Maduro masih didukung antara lain oleh Cina, Rusia dan Turki.

 

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : hp/na (dpa, afp, rtr)

Copy Editor :

Menlu Jerman Kritik Pengusiran Dubesnya dari Venezuela