JawaPos Radar

Mendagri Jerman: Migrasi Induk Segala Masalah

06/09/2018, 20:38 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Mendagri Jerman: Migrasi Induk Segala Masalah
Seehofer memang dikenal antipengungsi dan pandangan ini sempat menimbulkan ketegangan di pemerintahan Jerman pada awal Juli lalu (Spiegel Online)
Share this

JawaPos.com - Lama tidak berkomentar terkait peristiwa bentrokan rasial di Chemnitz, Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer akhirnya angkat bicara. Sejumlah media di Jerman melaporkan kalau Seehofer menunjukkan sikap pemakluman terhadap unjuk rasa ekstrem kanan yang berakhir dengan kerusuhan di Chemnitz akhir Agustus lalu.

Di sela pertemuan regional tertutup Partai SCU, surat kabar Jerman Die Welt mengutip salah seorang peserta pada pertemuan tersebut. Seehofer diberitakan mengatakan kalau dia mengerti mengapa para ekstrem kanan memberontak dan mengatakan para demonstran tidak lantas semerta-merta menjadi Nazi bila mereka memberontak dan menyuarakan pendapatnya.

Setelah pembunuhan seorang lelaki Jerman berusia 35 tahun di Chemnitz, terjadi unjuk rasa dari kelompok ekstrem kanan selama beberapa hari berikutnya. Bentrokan pun terjadi ketika jumlah massa bertambah banyak dan polisi kesulitan menggendalikan situasi. Setelah pembunuhan terjadi, dilaporkan ada juga serangan terhadap wartawan dan orang yang terlihat seperti orang asing.

Dua orang yang diduga berasal dari Suriah dan Irak ditahan polisi dengan dugaan pembunuhan. Polisi juga mencari tersangka ke tiga sejak Selasa (4/9).

Kemarahan yang bisa dipahami

Surat kabar Bild melaporkan secara internal bahwa terkait insiden di Chemnitz Seehofer mengatakan: "Pada awalnya, terjadi kejahatan brutal (pembunuhan)." Ia menambahkan bahwa setelah pembunuhan itu terjadi perdebatan tetapi kejadian awal pemicunya tidak lagi jadi bagian dalam perdebatan itu, katanya dalam pertemuan di Neuhardenberg di Brandenburg itu.

Seehofer mengatakan bahwa baginya, "kecaman atas kejahatan brutal ini adalah yang terpenting."

Lebih lanjut "Die Welt" dan "Bild" melaporkan secara bersamaan kalau Seehofer mengatakan bahwa migrasi adalah "induk dari segala masalah."

Dia juga memahami bahwa "orang-orang marah, bahwa mereka marah dengan kejahatan ini - dan orang-orang harus tahu kalau kemarahan yang terjadi setelah kejahatan brutal seperti itu bisa dipahami."

Lebih lanjut ia menyatakan "Jelas sekali: meski kejahatan itu buruk, seruan untuk melakukan kekerasan, hasutan dan bahkan penggunaan kekuatan tetap tidak bisa dibenarkan."

Seehofer memang dikenal antipengungsi dan pandangan ini sempat menimbulkan ketegangan di pemerintahan Jerman pada awal Juli lalu.

Seehofer dan partainya CSU menuntut agar pengungsi yang sudah terdaftar di negara Uni Eropa lain yang ingin masuk ke Jerman ditolak di perbatasan. Namun tuntutan itu ditolak Merkel dengan alasan, Jerman tidak bisa menentukan kebijakan sendiri tanpa kesepakatan dengan negara-negara Uni Eropa lain.

ae (afp, welt.de, süddeutsche.de)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up