JawaPos.com - Polisi Kanada memburu dua orang yang diduga meledakkan bom di sebuah restoran India dekat Toronto yang melukai 15 orang. Seperti dilansir Channel News Asia pada Sabtu, (26/5), polisi mengatakan, tidak ada indikasi kalau ledakan itu adalah aksi terorisme. Ledakan yang terjadi pada Kamis malam di Restoran Bombay Bhel di Missasauga di pinggiran barat Toronto.
"Dua pria mengenakan hoody terlihat memasuki restoran dengan IED atau alat peledak improvisasi,” kata Kepala Kepolisian Daerah Jennifer Evans. Mereka terlihat melarikan diri dari tempat kejadian segera setelah terjadi ledakan.
Evans mengatakan, setiap sumber daya polisi digunakan untuk menemukan orang-orang yang bertanggung jawab atas tindakan tak bertanggungjawab ini. Menteri Keamanan Publik Ralph Goodale mengatakan, ledakan tersebut tidak ada hubungan dengan keamanan nasional pada saat ini. Kedua tersangka tersebut mengenakan celana jins dan penutup wajah, tidak terlihat melakukan percakapan di restoran. Di mana saat itu ada dua perayaan ulang tahun. Insiden ini menimbulkan kegelisahan di wilayah metropolitan terbesar di Kanada.
Satu bulan setelahnya, seorang pria dengan mobil van sewaannya menabrak pejalan kaki di trotoar yang padat di Toronto, menewaskan 10 orang. Gambar dan rekaman video menunjukkan, pascaledakan korban dikawal di kursi roda dan tandu untuk menunggu ambulans. Ada yang tertatih-tatih keluar dari restoran, berdarah akibat luka yang disebabkan oleh kaca terbang dan pecahan peluru.
Ledakan itu dilaporkan menghancurkan bagian dalam restoran. Pintu depannya hancur tetapi masih menempel di engselnya. Para saksi mengatakan bom itu tampak seperti kaleng cat atau ember yang dipenuhi benda-benda proyektil. Tiga dari yang terluka antara lain, seorang pria berusia 35 tahun, dua perempuan berusia 48 tahun dan 62 tahun. Mereka dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis, tetapi kemudian membaik.
Komisaris Tinggi India untuk Kanada, Vikas Swarup mengatakan, ketiga korban tadi adalah warga negara ganda. "Ini kejahatan yang keji," kata Walikota Mississauga Bonnie Crombie.
Wilayah Toronto memiliki populasi keturunan India yang cukup besar, sekitar 600.000 jiwa, dan Perdana Menteri Justin Trudeau mengunjungi India pada bulan Februari. "Kami berdiri dalam solidaritas dengan korban kekerasan ini dan kami berharap pemulihan yang cepat untuk korban luka," kata Trudeau di Twitter.
Evans kembali mengatakan, para penyelidik sedang meninjau rekaman kamera pengintai, dan meminta bantuan publik dalam mengidentifikasi dan menemukan para tersangka. Menurutnya, mereka melarikan diri ke timur menggunakan kendaraan. Polisi juga menyisir area penduduk untuk melihat saksi mata dan rekaman video dari kamera keamanan rumah.