← Beranda

Donald Trump Tantrum Kedubes AS di Riyadh Diserang Drone Iran, Ancam Balas Serangan

Rian AlfiantoRabu, 4 Maret 2026 | 00.55 WIB
Presiden AS Donald Trump. (REUTERS/David Becker/Files)

 

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya angkat bicara soal serangan drone yang menghantam Kedutaan Besar AS di Arab Saudi.

Dalam pernyataan pertamanya, Trump memberi sinyal kuat bahwa respons militer Washington hanya tinggal menunggu waktu.

“Anda akan segera tahu,” kata Trump kepada media NewsNation, menanggapi serangan terhadap Embassy of the United States, Riyadh di Riyadh.

Serangan dua drone pada Senin malam itu memicu kebakaran terbatas dan menyebabkan kerusakan material ringan. Tidak ada korban jiwa dilaporkan karena gedung dalam kondisi kosong saat insiden terjadi.

Namun eskalasi tak berhenti di situ. Komando Pusat Militer AS mengonfirmasi kalau enam personel militer Amerika tewas dalam operasi melawan Iran.

Identitas para korban belum diumumkan karena masih menunggu pemberitahuan kepada keluarga.

Trump menegaskan bahwa langkah balasan terhadap Iran akan segera diumumkan, meski ia memberi sinyal bahwa pengerahan pasukan darat kemungkinan besar tidak diperlukan.

“Kami melakukan banyak kerusakan. Kami memberikan pukulan yang luar biasa besar kepada mereka,” ujar Trump.

Ia bahkan menyebut operasi militer saat ini berjalan 'lebih cepat dari jadwal', merujuk pada kerusakan terhadap fasilitas nuklir dan sistem rudal Iran.

Ketika ditanya apakah ia khawatir serangan akan meluas ke fasilitas AS lain atau bahkan wilayah Amerika, Trump menjawab singkat: “Tidak. Ini bagian dari perang, suka atau tidak.”

Ia juga mengisyaratkan bahwa tujuan militernya di Iran hampir tercapai. “Saya tahu banyak hal, dan saya akan tahu persis kapan itu tercapai. Itu sudah sangat dekat,” katanya.

Sementara konflik meluas di Timur Tengah, Iran meningkatkan serangan rudal dan menggerakkan milisi sekutunya, di tengah operasi militer gabungan AS dan Israel terhadap target-target di dalam Republik Islam tersebut.

Trump Banggakan Cadangan Senjata Amerika Serikat

Selain itu, dalam unggahan di platform Truth Social, Trump membanggakan cadangan persenjataan Amerika Serikat.

Ia mengklaim stok amunisi tingkat menengah dan atas berada pada level tertinggi, bahkan menyebut pasokan tersebut 'nyaris tak terbatas'.

Menurutnya, perang dapat berlangsung lama hanya dengan memanfaatkan stok tersebut. Trump juga menyinggung pengiriman senjata era pemerintahan sebelumnya ke Ukraina, seraya menegaskan dirinya telah membangun kembali kekuatan militer AS.

“Amerika Serikat siap dan siap untuk MENANG besar,” tulisnya.

Serangan terhadap Kedubes AS di Riyadh menjadi simbol eskalasi langsung antara Washington dan Teheran.

Negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset militer dan diplomatik AS kini berada di garis depan ketegangan.

Dengan pernyataan keras Trump dan klaim serangan balasan dari Iran, dunia kini menunggu langkah berikutnya dari Gedung Putih, yang, menurut Trump sendiri, akan segera diumumkan.

 

EDITOR: Bayu Putra