← Beranda

Kedubes AS di Riyadh Diserang Drone, Iran Klaim Hantam Pangkalan Amerika di Bahrain

Rian AlfiantoSelasa, 3 Maret 2026 | 23.07 WIB
Ilustrasi serangan Iran ke kedutaan besar AS di Riyadh. (Times of India)

 

JawaPos.com - Ketegangan di kawasan Teluk memuncak setelah serangan drone menghantam fasilitas diplomatik Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi dan instalasi energi di Oman.

Di saat bersamaan, Iran mengklaim menyerang pangkalan militer AS di Bahrain sebagai bagian dari respons atas serangan Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan dua drone menghantam kompleks Embassy of the United States, Riyadh di Riyadh pada Selasa (3/3) dini hari.

Insiden itu memicu kebakaran terbatas dan menyebabkan sejumlah kerusakan ringan pada bangunan.

Asap hitam terlihat membumbung dari kawasan Diplomatic Quarter, wilayah yang menjadi pusat kedutaan asing. Sejumlah saksi melaporkan dentuman keras sebelum api muncul dari dalam kompleks.

Namun otoritas Saudi memastikan api berhasil dikendalikan dan tidak ada korban jiwa. Gedung kedutaan disebut dalam keadaan kosong saat serangan terjadi.

Sumber keamanan Saudi mengungkapkan sistem pertahanan udara sempat mencegat beberapa drone lain yang mengarah ke kawasan diplomatik tersebut.

Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan segera mengumumkan respons atas serangan tersebut.

Dalam wawancara dengan media NewsNation, Trump mengatakan publik akan 'segera mengetahui' langkah yang diambil Washington, termasuk terkait laporan tewasnya sejumlah personel militer AS dalam eskalasi terbaru.

Serangan Meluas ke Oman dan Bahrain

Di Oman, kantor berita pemerintah melaporkan sebuah tangki bahan bakar di Pelabuhan Komersial Duqm terkena serangan drone. Kerusakan dilaporkan bersifat ringan tanpa korban.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui media resminya mengklaim telah meluncurkan 20 drone dan tiga rudal ke pangkalan udara AS di wilayah Sheikh Isa, Bahrain.

Klaim tersebut menyebut pusat komando utama pangkalan hancur, meski belum ada verifikasi independen.

Aksi-aksi ini disebut sebagai balasan atas operasi militer AS dan Israel terhadap target di Iran yang dimulai akhir pekan lalu.

Sebagai langkah antisipasi, Departemen Luar Negeri AS memerintahkan personel non-esensial meninggalkan Bahrain, Kuwait, Qatar, Yordania, dan Irak.

Kedutaan AS di Kuwait bahkan menutup operasionalnya tanpa batas waktu akibat meningkatnya ketegangan regional.

Di Arab Saudi, Kedutaan AS mengeluarkan imbauan 'shelter in place' bagi warga Amerika di Riyadh, Jeddah, dan Dhahran.

Mereka diminta tetap berada di lokasi aman dan menghindari area kedutaan hingga situasi dinyatakan kondusif.

Eskalasi ini menambah tekanan bagi negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset militer dan diplomatik Amerika.

Dengan serangan yang kian meluas, kawasan Timur Tengah kembali berada di ambang konflik terbuka yang lebih besar.

 

EDITOR: Bayu Putra