JawaPos.com - William Shakespeare dikenal sebagai salah satu penyair paling berpengaruh sepanjang sejarah. Dikutip dari Biography, Shakespeare merupakan dramawan, penyair, sekaligus aktor Inggris pada era Renaisans yang menjadi bagian penting dari kelompok teater King’s Men sejak 1594.
Karyanya meliputi sekitar 37 drama, 154 soneta, dan dua puisi naratif yang menggambarkan kompleksitas emosi dan konflik manusia selama berabad-abad. Meski kehidupannya tidak sepenuhnya terdokumentasi, namun namanya tetap istimewa dalam sastra dunia.
Awal Kehidupan
Tidak ada catatan kelahiran Shakespeare, namun menurut arsip gereja, ia dibaptis di Holy Trinity Church, Stratford-upon-Avon, pada 26 April 1564. Dari sini, para sejarawan meyakini ia lahir pada atau sekitar 23 April 1564, tanggal yang kemudian diakui secara luas sebagai hari kelahirannya.
Pada masa kecil Shakespeare, Stratford-upon-Avon merupakan kota pasar yang ramai di tepi Sungai Avon dan berjarak sekitar 160 km dari London. Meski catatan pendidikan Shakespeare nyaris tidak ada, para ahli memperkirakan ia menempuh pendidikan di King’s New School yang mengajarkan baca tulis dan sastra klasik, termasuk bahasa Latin.
Shakespeare tidak melanjutkan pendidikan ke universitas, sehingga pendidikan formalnya kerap menjadi bahan perdebatan.
Awal Karier dan Perkembangan di Dunia Teater
Dilansir dari Shakespeare Birthplace Trust, reputasi Shakespeare mulai dikenal di London sejak 1592, bersamaan dengan penulisan drama-drama awalnya seperti Henry VI (Bagian 1, 2, dan 3), The Two Gentlemen of Verona, dan Titus Andronicus. Dua karya cetak pertamanya adalah puisi panjang, yakni Venus and Adonis (1593) dan The Rape of Lucrece (1594), yang ia dedikasikan kepada Henry Wriothesley dan Earl of Southampton, patron yang mendukungnya.
Ketika wabah pes menyerang London, kelompok teater bergabung untuk membentuk Lord Chamberlain’s Men. Shakespeare menjadi bagian penting dari kelompok ini, baik sebagai aktor maupun penulis, serta turut menerima pembagian pendapatan perusahaan.
Selama hampir dua dekade, ia menulis rata-rata dua drama setiap tahun, dan tetap bersama perusahaan tersebut hingga berubah menjadi King’s Men di bawah naungan Raja James I.
Sebagai anggota, Shakespeare menerima patronase dari George Carey, Lord Hunsdon, dan Raja James I. Ia juga menjadi anggota konsorsium pemilik Globe Theatre dan Blackfriars Theatre. Pada masanya, Shakespeare mendapat kekaguman sekaligus kecemburuan dari sesama penulis.
Akhir Hayat
Menurut Britannica, Shakespeare meninggal pada 23 April 1616 di Stratford-upon-Avon pada usia 52 tahun. Tanggal wafatnya yang bertepatan dengan hari lahirnya kemudian memunculkan narasi bahwa ia jatuh sakit dan meninggal setelah berpesta minum bersama Ben Jonson dan Michael Drayton, meski kebenarannya tidak pernah terbukti.
Setelah kepergiannya, karya-karya Shakespeare terus dipentaskan dan diajarkan di seluruh dunia, serta diadaptasi ke ratusan film modern pada abad ke-20 dan ke-21. Warisannya sebagai “Bard of Avon” menjadikannya tokoh sastra yang tak lekang oleh waktu. (*)