JawaPos.com - Sebuah studi mengukur kepercayaan global kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Hasil survei mengungkapkan bahwa masyarakat global masih lebih percaya pada Biden dibanding Xi Jinping. Studi internasional tersebut diterbitkan pada Juni 2022.
Studi terpisah juga menunjukkan bahwa kebanyakan orang di Asia Tenggara lebih memilih ASEAN untuk menyelaraskan diri dengan Amerika Serikat. Responden dari 18 negara di Barat dan Asia yang disurvei oleh Pew Research Centre yang berbasis di Washington, hanya dua yakni Singapura dan Malaysia yang menyatakan lebih percaya pada Xi dibanding Biden.
Rata-rata negara yang disurvei memiliki kepercayaan pada Biden lebih tinggi dibandingkan dengan hanya 18 persen untuk Xi Jinping. Kepercayaan pada Presiden AS tertinggi di Polandia (82 persen) dan Swedia (74 persen), berbeda dengan masing-masing 11 persen dan 13 persen untuk Xi dari Tiongkok.
Negara-negara Asia yang disurvei termasuk Korea Selatan dan Jepang yang merupakan sekutu AS. Warga kedua negara menunjukkan kepercayaan yang jauh lebih besar pada Biden dibanding Xi.
Sekitar 70 persen warga Korea Selatan menyatakan percaya pada Biden. Sementara hanya 12 persen untuk Xi. Sedangkan 62 persen responden Jepang mempercayai Demokrat AS, dibandingkan dengan 9 persen untuk pemimpin Partai Komunis Tiongkok.
Meski begitu, peringkat tingkat kepercayaan untuk Biden turun dari tahun lalu, dengan penurunan 20 poin persentase. Para peneliti Pew Research Centre mengatakan satu masalah yang mempengaruhi penurunan tingkat kepercayaan kepada Biden, bisa jadi adalah langkah penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada 2021.
Para peneliti mengatakan bahwa kepercayaan pada Xi Jinping kurang lebih tetap sama dari tahun lalu. Sementara, tidak semua responden lebih mempercayai Biden dibanding Xi terkait melakukan hal yang dianggap benar di panggung internasional. Sementara itu, skitar 69 persen warga di Singapura dan 62 persen di Malaysia mengatakan memiliki kepercayaan kepada Xi dibanding Biden.
Survei tersebut merupakan bagian dari studi untuk menganalisis sikap global terhadap AS, NATO, dan Rusia. Survei juga meminta orang untuk menilai tiga pemimpin besar dunia lainnya yakni Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Olaf Scholz.