JawaPos.com – Dompet bernoda lumpur, kartu bank, kartu identitas resmi, dan barang-barang lainnya ditaruh berjajar oleh petugas penyelamat. Mereka seakan jadi bukti sang pemilik yang menjadi korban jatuhnya pesawat China Eastern Airlines dengan nomor penerbangan MU5735 di pegunungan dekat Wuzhou, Guangxi, Tiongkok, Senin (21/3).
Tidak ada yang selamat dalam kecelakaan tersebut. Seluruh penumpang dan kru yang berjumlah 132 orang dipastikan meninggal. Banyak benda yang terbakar saat pesawat meledak.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengungkapkan bahwa tidak ada orang asing dalam penerbangan rute Kunming–Guangzhou itu.
Berdasar beberapa video amatir yang beredar, pesawat tersebut jatuh menukik dengan bagian hidung terlebih dulu sebelum meledak menjadi bola api. Besarnya ledakan sampai terlihat dari satelit NASA. ’’Pesawat itu tampak utuh saat menukik. Jatuh dalam hitungan detik,’’ ujar Chen Weihao, salah seorang saksi. Pesawat jatuh di celah pegunungan yang tak berpenghuni.
Itu menjadi kecelakaan pesawat terburuk di Tiongkok selama hampir tiga dekade terakhir. Insiden pesawat komersial dengan korban jiwa terbanyak sebelumnya menimpa China Northwest Airlines pada 1994. Saat itu 160 penumpang dan kru tewas.
Pecahan pesawat tersebar di berbagai lokasi. Mulai area yang masih hijau hingga rerumputan dan pohon yang menghitam bekas terbakar. Tim yang diterjunkan ke lokasi memberikan nomor pada tiap serpihan yang ditemukan. Dilansir Xinhua, kecelakaan tersebut meninggalkan lubang yang cukup dalam di lereng gunung.
Penyebab kecelakaan belum diketahui secara pasti. Otoritas setempat juga belum merilis data dan identitas korban. China Youth Daily menyebutkan, penyelidik mengalami kesulitan karena cuaca buruk dan medan yang sulit. Lokasi kecelakaan dikelilingi pegunungan di tiga sisi. Ia hanya bisa diakses dengan berjalan kaki atau sepeda motor di medan yang curam.
Ekskavator pun dikerahkan untuk melebarkan jalan dan memudahkan evakuasi. Namun, kemarin hujan turun cukup deras. Lereng yang curam membuat alat berat sulit beroperasi.
Sementara itu, hingga Selasa (22/3), black box pesawat nahas tersebut belum ditemukan. Bagian pesawat yang berisi data penerbangan dan rekaman suara kokpit itu sangat penting untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Tentara juga dikerahkan untuk menyisir lokasi kejadian.
Fang Fang, kepala bagian keuangan Dinglong Culture, menjadi salah seorang korban. Itu adalah perusahaan produksi film dan TV yang berbasis di Guangzhou. Dua pekerja kantor akuntan Zhongxinghua yang bekerja untuk Dinglong Culture juga berada di pesawat tersebut.
Keluarga korban menunggu informasi di Bandara Kunming dan Guangzhou. Jurnalis dilarang mendekati keluarga korban dan melakukan wawancara. Sebagian kerabat korban memilih datang ke lokasi. Setidaknya lima hotel dengan lebih dari 700 kamar telah disediakan di daerah Teng Wuzhou, Guangxi, untuk mereka. Para petugas yang memakai hazmat melakukan uji Covid-19 dan pendataan di tiap hotel itu.
Di sisi lain, polisi membatasi akses dan memeriksa setiap kendaraan yang memasuki Molang, desa di dekat lokasi kecelakaan. Sebuah pangkalan operasi didirikan di dekat lokasi dengan dilengkapi kendaraan penyelamat, ambulans, dan truk catu daya darurat.
Sementara itu, CEO Boeing mengungkapkan belasungkawa untuk keluarga korban. Dia menawarkan bantuan penuh dari pakar teknis perusahaan untuk membantu penyelidikan. Pesawat Boeing 737-800 milik China Eastern Airlines itu dikirim Boeing pada Juni 2015 dan sudah terbang lebih dari enam tahun. Kementerian Transportasi Tiongkok mengungkapkan bahwa seluruh pesawat Boeing 737-800 milik China Eastern Airlines telah dikandangkan.
KECELAKAAN YANG MELIBATKAN BOEING 737-800
GOL TRANSPORTES AEREOS 1907 (30 September 2006)
Pesawat rute Manaus–Rio de Janeiro ini bertabrakan dengan Embraer Legacy di udara. Sebanyak 147 penumpang dan 6 kru tewas, sedangkan Embraer mendarat selamat.
KENYA AIRWAYS 507 (5 Mei 2007)
Pesawat dengan rute Abidjan–Douala–Nairobi itu jatuh sesaat setelah lepas landas. Sebanyak 114 penumpang dan kru tewas.
ETHIOPIAN AIRLINES 409 (25 Januari 2010)
Jatuh di Laut Mediterania dalam penerbangan dari Beirut, Lebanon, ke Addis Ababa, Ethiopia. Sebanyak 90 orang dinyatakan tewas.
AIR INDIA EXPRESS 812 (22 Mei 2010)
Terbang dari Dubai ke Mangalore, jatuh tergelincir karena kesalahan pilot. Sebanyak 158 dari 160 orang di dalamnya tewas.
FLYDUBAI 981 (19 Maret 2016)
Terbang dari Dubai, UEA, ke Rostov-on-Don, Rusia. Pesawat itu celaka saat mendarat, 62 orang penumpang dan kru tewas.
UKRAINE INTERNATIONAL AIRLINES 752 (8 Januari 2020)
Ditembak oleh misil oleh Garda Revolusi Iran sesaat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran. Pesawat itu dikira misil jelajah.
AIR INDIA EXPRESS 1344 (7 Agustus 2020)
Pesawat tergelincir di landasan pacu Bandara Internasional Calicut. Sebanyak 19 penumpang dan 2 pilot tewas, sementara 4 awak kabin dan 165 penumpang selamat.
Sumber: CNBCTV18, News18