← Beranda

4 Brand di Indonesia Yang Lakukan Klarifikasi akibat Serangan Israel ke Palestina

Salsabila Rahman Putri SusenoRabu, 8 November 2023 | 04.46 WIB
Boikot Produk-produk Israel (X.com/sonkisseu)

Jawapos.com - Israel belum berhenti membombardir Palestina. Korban atas serangan rudal dari Israel berjatuhan hingga puluhan ribu. Perang itu menjadi perhatian warga global, termasuk di Indonesia. Tidak sedikit warga Indonesia memberikan simpati dan empati atas kejahatan perang yang dialami warga Palestina.

Parahnya di balik perang itu, ada sejumlah industri atau brand yang memberikan dukungan terhadap Israel. Tindakan itu memicu kemarahan masyarakat di Indonesia hingga akhirnya membuat dukungan terhadap Palestina dengan seruan ‘Boikot Produk Pro Israel’.

Akibat brand pro Israel itu, afiliasinya di Indonesia terpaksa memberikan klarifikasi. Semua itu disampaikan melalui akun media sosial masing-masing.

1. McDonald’s

Perusahaan makanan cepat saji ini menjadi sasaran boikot pasca McDonald’s Israel menyatakan dukungannya pada Israel dalam konfliknya melawan Hamas. Diketahui, McDonald’s Israel juga memberikan bantuan berupa makanan pada IDF dan warga Israel.

Hal ini memicu seruan masyarakat untuk melakukan boikot pada restoran makanan cepat saji tersebut. Akibat gerakan boikot itu, McDonald’s Indonesia melakukan klarifikasi.

Dalam unggahan di akun Instagramnya, McDonald’s Indonesia menyatakan mereka tidak terhubung sama sekali dengan McDonald’s di negara lain, termasuk McDonald’s Israel.

2. Grab

Belakangan perusahaan Grab ramai dibicarakan masyarakat sebagai sasaran boikot selanjutnya. Seruan tersebut terjadi pasca istri dari pendiri Grab, Chloe Tong mengunggah Instagram Story yang dinilai kontroversi. Dalam unggahan itu, Chloe Tong menuliskan, dia sangat jatuh cinta dengan Israel. Dia merasa sedih melihat keadaan Israel saat ini.

Unggahan Chloe Tong itu membuat geram netizen. Warganet menilai istri dari pendiri Grab itu berada di pihak Israel. Akibatnya, perusahaan penyedia layanan dan jasa tersebut mendapat ancaman boikot dari berbagai pihak.

Grab Indonesia pun ikut terganggu. Perusahaan layanan itu pun klarifikasi melalui akun resmi @grabid. Dalam unggahannya, Grab menuliskan tidak akan pernah mendukung tindakan apa pun yang tidak mengindahkan perikemanusiaan dan perikeadilan. Pihak Grab juga menyatakan akan melakukan donasi sebesar Rp 3,5 miliar untuk korban konflik di Gaza.

3. Rose All Day

Rose All Day juga menjadi salah satu brand yang menjadi sasaran boikot produk pro Israel.Hal ini lantaran pemilik brand Rose All Day, Tiffany Danielle, kedapatan menyukai postingan model asal Israel Gal Gadot. Dalam unggahan Gal Gadot itu berisi tulisan “I Stand With Israel”.

Menanggapi hal itu, Rose All Day mengeluarkan surat pernyataan dan klarifikasi yang diunggah pada akun Instagram resmi @roseallday.co. Dalam unggahan tersebut, perusahaan Rose All Day meminta maaf dan menyatakan tidak pernah mendukung aksi kekerasan yang ada di Palestina.

Rose All Day juga menyatakan telah menyalurkan dana sebesar Rp 500 juta untuk korban Palestina melalui Baznas.

4. ESQA

Tak jauh berbeda dengan Rose All Day, brand kosmetik ESQA juga menjadi sasaran boikot produk pro Israel.

ESQA menjadi sasaran boikot, pasca pemilik ESQA, Angelina Cindy, kedapatan menyukai postingan “I Stand With Israel” milik artis asal Israel, Gal Gadot. Hal ini memicu kemarahan netizen karena pemilik brand ESQA tersebut dinilai pro dengan Israel.

Pasca kejadian tersebut, Brand ESQA melakukan klarifikasinya pada akun Instagram resmi mereka @esqacosmetics. Unggahan tersebut berisi keprihatinan keluarga besar ESQA, pada krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza, Palestina.

Selain itu, ESQA juga menyatakan telah menyumbang sebesar Rp 600 juta sebagai bentuk kontribusi membantu masyarakat sipil di Gaza.

EDITOR: Ilham Safutra