← Beranda

Efek Bahaya Bom Fosfor Putih pada Tubuh Manusia, Cara Dekontaminasi, dan Pertolongan Pertama

Neneng Uswatun HasanahSenin, 30 Oktober 2023 | 19.25 WIB
Penggunaan bom fosfor putih pada Gaza./Mohammed Adeb/AFP via Getty Images

JawaPos.com - Fosfor putih diduga menjadi bahan dalam bom yang diluncurkan Israel ke area Gaza pada Oktober 2023.

Dilansir JawaPos.com dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), fosfor putih merupakan zat beracun yang dihasilkan dari batuan yang menghasilkan fosfat.

Industri menggunakan fosfor putih untuk memproduksi bahan kimia dalam pupuk, bahan tambahan makanan, dan senyawa pembersih. Dulunya, fosfor putih juga digunakan sebagai pestisida dan kembang api.

Fosfor putih biasanya digunakan untuk keperluan militer dalam granat dan peluru artileri untuk menghasilkan penerangan, untuk menghasilkan tabir asap dan sebagai pembakar.

Efek paparan fosfor putih sangat berbahaya bagi tubuh manusia, antara lain berbahaya bagi mata dan saluran pernapasan yang mengarah pada kasus yang lebih parah.

Paparan fosfor putih pada kulit dapat menyebabkan luka bakar yang parah dan menyakitkan. Area kulit yang terkena akan tampak kekuningan dan menunjukkan luka bakar yang dikelilingi oleh jaringan terkelupas.

Fosfor putih juga sangat larut dalam lipid, sehingga dapat menembus jaringan kulit sehingga menyebabkan luka bakar dalam yang penyembuhannya lambat.

Pada mata, partikel fosfor putih dapat menyebabkan luka bakar dan perforasi atau lubang pada kornea.

Sedangkan asap dari pembakaran fosfor putih dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan bagian atas, sakit kepala, dan edema paru.

Pekerja dekontaminasi harus mengenakan APD yang sesuai dan melakukan dekontaminasi dengan melawan arah angin serta menanjak dari area panas.

Dekontaminasi korban fosfor putih juga dilakukan dengan melepaskan semua pakaian dan memasukkan pakaian ke dalam kantong polietilen dan mencuci bersih kulit korban yang terkontaminasi dengan larutan sabun dan air dingin.

Pertolongan pertama pada korban fosfor putih dilakukan dengan menghilangkan partikel fosfor putih yang terbakar dari mata atau kulit korban.

Caranya adalah dengan menutupi kulit dan mata korban dengan kain basah yang sejuk untuk menghindari terbakarnya kembali.

Hindari juga mengoleskan salep berbahan dasar lipid atau minyak, yang dapat meningkatkan penyerapan fosfor putih.

Pemantauan fungsi jantung korban juga harus terus dilakukan, serta evaluasi tekanan darah rendah, irama jantung, dan penurunan fungsi pernafasan.

Jika terjadi sesak napas atau sulit bernapas, berikan bantuan oksigen pada korban, dan berikan pernapasan buatan jika pernapasan terhenti.

Sayangnya, WHO dan CDC mencatat tidak ada obat penawar untuk toksisitas fosfor putih. Sehingga, pertolongan pertama bagi korban fosfor putih harus segera dilanjutkan dengan pertolongan medis yang lengkap.

EDITOR: Hanny Suwindari