JawaPos.com – Kapal nelayan Filipina bertabrakan dengan kapal tanker minyak menewaskan tiga orang nelayan di Laut Cina Selatan pada Senin (2/10).
Juru bicara penjaga pantai Filipina, Armando Balilo mengatakan kapal tersebut merupakan kapal tanker yang terdaftar di bawah bendera Kepulauan Marshall.
Armando Balilo juga mengatakan insiden tersebut merupakan tabrakan yang tidak disengaja dan mereka sedang melakukan penyelidikan.
Dalam penyelidikan tersebut kapal Pacifik Anna merupakan kapal di bawah bendera Kepulauan Marshall yang menabrak kapal penangkap ikan Filipina.
Dilansir dari CNA, Rabu (4/10), kapal nelayan Filipina gagal mendeteksi kapal asing yang mendekat karena cauca buruk sehingga mengakibatkan tabrakan dan kapal terbalik yang menewaskan tiga orang termasuk kapten kapal. Akan tetapi sebelas orang awak kapal lainnya selamat.
Filipina akan menghubungi Pacific Anna yang sedang menuju Singapura untuk penyelidikan mengenai kejadian tersebut.
Baca Juga: Filipina Akan Melaporkan Tiongkok Karena Telah Merusak Terumbu Karang
Kapal nelayan Filipina yang berlabuh 157 km barat laut Scarborough Shoal secara tidak sengaja bertabrakan dengan kapal komersial asing yang sedang transit pada hari Senin (2/10).
Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr mengucapkan belasungkawa atas kejadian tersebut dan mengatakan bahwa pemerintah akan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Marcos juga mengatakan insiden tersebut sedang diselidiki untuk memastikan detail keadaan kejadian maritim itu.
“Mari kita izinkan PCG melakukan tugasnya dan melakukan penyelidikan, dan sementara kita menahan diri untuk tidak terlibat dalam spekulasi,” kata Marcos melalui sosial media X nya.
Ketegangan di sekitar perairan tersebut belum lama ini terjadi setelah Filipina mengatakan telah menghilangkan bola sepanjang 300 meter yang dipasang oleh Tiongkok di dekat Scarborough Soal.
Wilayah tersebut merupakan tempat menangkap ikan utama dan salah satu wilayah maritim yang paling diperebutkan di Asia.
***