← Beranda

Ternyata, Masih Ada Suku Asli Amazon. Mereka...

Thomas KukuhSabtu, 21 Januari 2017 | 00.40 WIB
ALAMI: Suku ini hidup dengan berburu.

JawaPos.com – Di dunia yang sekarang dikuasai teknologi, ternyata masih ada suku terasing yang hidup dengan sederhana. Mereka tidak mengenal restoran cepat saji atau toko serba ada. Apalagi mengenal smartphone dan semacamnya. Di tengah hutan tadah hujan Ekuador, ada Suku Huaorani. Suku yang harus berburu untuk bisa makan. Cara berburunya pun menggunakan senjata tradisional macam tombak dan peluit beracun.



Suku ini memang jago naik pohon tinggi dan menanti dengan sabar binatang buruannya. Mulai dari burung sama primata seperti kera. Binatang buruan itu dibunuh dengan anak panah yang sudah dilumuri racun.



Jumlah suku ini tidak banyak. Tidak sampai empat ribu orang. Tubuh mereka umumnya kecil dan sesuai dengan kebiasaan suka naik pohon, kaki mereka rata dengan tanah. Sebagian kaki mereka memiliki enam jari dan enam jari tangan. Makanan utama mereka adalah kera. Selain itu, ada burung, tanaman, dan babi hutan.



Suku ini tinggal tak jauh dari Rio Napo yang bersebelahan dengan Sungai Amazon yang berbatasan dengan Peru. Fotografer asal Inggris Pete Oxford mengalami rasanya tinggal bersama suku terasing itu. Tinggal bersama mereka membawa pengalaman berharga buat Oxford. ”Suku Indian Huaorani adalah orang hutan yang sangat menyatu dengan alam,” katanya. ”Namun sekarang mereka harus menghadapi perubahan radikal dari budaya seiring eksplorasi minyak di kawasan permukiman mereka,” katanya seperti dilansir Daily Mail.



Suku Huaorani yang juga akrab disebut Waorani atau Waos adalah suku asli Amerindian yang punya bahasa sendiri. Mereka bahkan tidak mengenal bahasa Quechua yang menjadi bahasa ibu Ekuador. ”Salah satu kebahagiaan saya adalah menghabiskan waktu bersama orang yang sama sekali berbeda dari saya. Saya sadar, ketika saya mengunjungi orang asing, maka sayalah yang menjadi asing buat mereka,” kata Oxford. (Daily Mail/tia)




EDITOR: Thomas Kukuh