← Beranda

Asmara Seema dan Sachin, Cinta yang Menantang Rivalitas India-Pakistan

Siti AisyahSenin, 17 Juli 2023 | 19.32 WIB
DEMI CINTA: Sachin Meena (kiri) dan Seema Haider. Mereka rela menempuh segala risiko agar bisa bersama.

”Itulah yang klise tentang cinta. Bukan kamu yang memilihnya, dialah yang memilihmu.”

Durjoy Datta dalam novelnya, The World’s Best Boyfriend

JawaPos.com – Sejak berpisah pada 1947, India dan Pakistan yang sama-sama memiliki nuklir terlibat dalam tiga perang. Rivalitas dua negara bertetangga yang baranya menyala entah sampai kapan.

Di tengah sengitnya permusuhan dua negara bertetangga itu, juga pandemi Covid-19 yang membatasi pergerakan semua orang, Seema Haider di Pakistan dan Sachin Meena di India berhubungan lewat perantaraan game online PUBG. Mereka berkenalan, bertemu, dan akhirnya menikah dalam balutan kisah cinta yang mendobrak batasan dan permusuhan serta menjadi sorotan luas.

Agence France-Presse melansir, awalnya Seema hanya menyukai teknik bermain Sachin. Mereka berdua kerap berbincang di ruang obrolan game tersebut. Dari sana cinta tumbuh di hati Seema, ibu empat anak yang suaminya, Ghulam Haider, bekerja di Arab Saudi.

Gayung bersambut. Sachin yang lima tahun lebih muda menerima cinta Seema meski sudah tahu status perempuan 27 tahun tersebut. Pria yang bekerja sebagai asisten penjaga toko di India itu pun ingin membawa Seema ke negaranya.

”Persahabatan kami berubah menjadi cinta dan obrolan kami menjadi lebih lama, setiap pagi dan malam, sebelum akhirnya kami memutuskan untuk bertemu,” ujar Seema.

Bukan perkara mudah bagi warga negara India dan Pakistan bertemu. Tidak ada penerbangan langsung, baik dari India ke Pakistan maupun sebaliknya. Hubungan diplomatik, budaya, bisnis, dan olahraga bilateral sangat terbatas. Masing-masing bahkan saling mengusir komisioner tinggi pada 2019.

ROMANSA DUA NEGARA: Suasana di Desa Dhani Bakhsh, sebelah timur Karachi, Pakistan, tempat asal Seema Haider (7/7).
ROMANSA DUA NEGARA: Suasana di Desa Dhani Bakhsh, sebelah timur Karachi, Pakistan, tempat asal Seema Haider (7/7).

Tapi, cinta, kata novelis India Vikram Seth dalam Equal Music, membuat yang mudah menjadi sulit dan yang sulit menjadi mudah. Sachin dan Seema berselancar di YouTube untuk mencari cara bertemu. Didapatlah tempatnya: Nepal.

Dari pertemuan pada Maret lalu itu, Seema kian yakin untuk merajut cintanya dengan Sachin dan meninggalkan suaminya yang dia klaim kasar. Setelah perencanaan selama beberapa bulan, Seema dan empat anaknya akhirnya pergi kembali ke Nepal Mei lalu dan berhasil masuk secara ilegal ke India.

Awalnya semua baik-baik saja. Namun, polisi India menangkap pasangan tersebut setelah mereka mencoba menikah di pengadilan dekat tempat tinggal Sachin. Tapi, mereka dibebaskan dengan tebusan pekan lalu. Kepolisian mengungkapkan bahwa pihaknya tidak bisa menahan Seema dalam jangka panjang.

Pasangan itu mengaku bahwa mereka kini telah menikah. Mereka berdua menyewa rumah di dekat rumah keluarga Sachin di Desa Rabupura, sekitar 55 kilometer dari New Delhi. Dia juga memutuskan untuk keluar dari Islam.

”Saya memeluk agama Hindu,” ujar Seema yang menyebut Sachin adalah cinta dalam hidupnya. ”Saya lebih baik mati daripada kembali (ke Pakistan) atau meninggalkan Sachin,” tambahnya.

Ghulam yang masih suami sah Seema meminta agar sang istri dan anak-anaknya pulang. Pria yang tidak tahu apa itu PUBG tersebut mengaku tak tahu mengapa Seema bisa melarikan diri. Ghulam menampik bahwa dirinya berlaku kasar kepada istrinya.

Menurut dia, mereka berdua menikah atas dasar cinta. Pasangan itu dari suku Baloch yang berbeda dan sempat dilarang menikah oleh keluarga mereka. Tapi, Seema dan Ghulam memilih melarikan diri untuk menikah. (sha/c19/ttg)

EDITOR: Ilham Safutra