JawaPos.com – Perayaan Paskah tak lengkap tanpa telur cokelat dan kelinci. Paskah menjadi waktu beribadah dan berkumpul bersama keluarga bagi umat Kristiani. Sesuai tradisinya, perhitungan tanggal perayaan Paskah pun berbeda setiap tahun meski tetap jatuh di hari Jumat. Karena itu perayaan suci ini dikenal sebagai Jumat Agung.
Paskah tidak memiliki tanggal tetap dan selalu bergerak setiap tahun dalam kalender normal Gregorian atau Julian yang mengikuti siklus matahari. Paskah bukan ditentukan oleh kalender lunar, yang didasarkan pada fase bulan. Tahun ini, Paskah dijadwalkan jatuh pada hari pekan pertama setelah bulan purnama pertama setelah Spring Equinox sekitar 14 April.
Paskah merayakan simbol kebangkitan Yesus setelah penyaliban-Nya, yang ditandai dengan Jumat Agung. Dilansir Mirror, Jumat (14/4) di sejumlah negara, ada tradisi saat perayaan Paskah. Hal ini tentu tak jauh berbeda dengan perayaan di Indonesia.
Spanyol
Di Spanyol, ada tradisi bagi mereka yang menyesal melakukan sesuatu dan mengaku berdosam maka mereka melakukan tradisi. Yaitu para pendosa akan berjalan di tengah masyarakat mengenakan jubah panjang, kerudung dan membawa salib besar.
Inggris
Di Inggris, pihak gereja membawa salib dan memimpin orang-orang melalui kota-kota mereka di dekat gereja sebelum layanan Jumat Agung.
Amerika Tengah dan Amerika Selatan
Di negara ini sering menggelar prosesi dengan patung-patung menuju gereja.
Yunani
Di Yunani ada juga prosesi tetapi dipusatkan di pemakaman. Beberapa layanan yang memiliki makam disiapkan sebagai pengingat kematian Yesus.
Di Seluruh Negara
Paskah dirayakan dengan berbagai makanan seperti cokelat, telur, dan pernak-pernik kelinci. Ada juga yang membuat roti panas berwarna pucat. (cr1/JPG)