JawaPos.com – Petugas cagar alam di state Gujarat, India telah menggunakan cara yang tidak masuk akal untuk menangkap macan tutul. Dilansir dari Newsweek pada Senin (3/12), mereka menggunakan manusia sebagai umpan untuk menangkap macan tutul. Dengan sengaja, petugas cagar alam mengunci seorang penjaga hutan lainnya di kandang di hutan untuk memancing macan tutul tersebut.
Sebelumnya beberapa korban berjatuhan karena serangan macan tutul, tiga orang meninggal. Dua di antaranya adalah anak-anak, dan lima orang luka-luka karena diserang oleh macan tutul.
Menurut The Telegraph, petugas telah menempatkan sembilan kandang berisi hewan termasuk kambing di sekitar hutan dalam upaya untuk memancing macan supaya keluar dari persembunyian sehingga si macan bisa ditangkap. Tetapi dengan umpan berupa kambing ternyata tidak cukup menarik.
Jadi pada hari Jumat, pihak berwenang melangkah lebih jauh, menempatkan tiga penjaga hutan di salah satu dari sembilan kandang. Mereka di sana sepanjang malam.
Kepala Pelestarian Hutan Regional S.K. Shrivastava mengakui tindakan itu tidak biasa tetapi eksperimen semacam itu diperlukan. Tim pengintaian tiga orang itu terdiri dari penjaga hutan Vijay Bamania, seorang pejabat yang dilatih untuk menembakkan panah penenang, dan dokter hewan untuk merawat hewan itu begitu sudah dibius.
Menurut Shrivastava, kandang tersebut biasanya digunakan untuk menjebak monyet. Dia mengatakan, kandang itu terkunci dengan baik dan bahwa orang-orang itu tidak dalam bahaya.
“Awalnya kami menempatkan kambing sebagai umpan, tetapi tidak berhasil. Sekarang orang-orang duduk di dalam kandang, yang terkunci dengan baik," ujarnya.
“Tujuan utama kami adalah menangkap macan tutul dan menghentikan korban jiwa manusia. Kami sama sekali tidak takut. Kami menghabiskan empat jam di kandang pada hari Jumat, dari jam 6 hingga jam 10 malam. Kami memiliki obor sementara seekor kambing diikat di tempat terbuka di dekatnya. Kami juga memiliki mesin untuk membuat suara kambing untuk menarik macan tutul. Di sekitar posisi kami, kami menyebarkan daun kering sehingga kami bisa mendengar macan tutul datang,” kata salah seorang penjaga hutan.