JawaPos.com - Kerja sama antara Indonesia dan Bhutan rupanya sangat disambut antusias oleh Kerajaan Bhutan. Atase pendidikan dan kebudayaan KBRI New Delhi Prof Iwan Pranoto berbagi mengenai hasil kunjungan kerja samanya bersama Duta besar RI untuk India, Sidharto Suryodipuro, atase pertahanan RI untuk India Kolonel (P) Ardiansyah Muqsit, dan Sekretaris Protkons KBRI New Delhi pada Rabu (15/11).
Iwan bertutur, di saat Raja Jigme Singye Wangchuck (ayah Raja Bhutan yang sekarang) diwawancara pada tahun 1979, beliau berkata bahwa dirinya tak mempercayai Gross National Product (GNP). ’’Alternatifnya, yakni Gross National Happiness (GNH) dan beliau berpendapat bahwa GNH lebih penting ketimbang GNP,’’ tutur Iwan.
Dengan menetapkan kebahagiaan dan kesejahteraan sebagai tujuan lebih utama daripada kekayaan ekonomi, Bhutan mendasarkan GNH sebagai filosofi pembangunannya. Konsep pembangunan Bhutan berinti pada pembangunan sosial berkelanjutan dan pembangunan ekonomi.
Ini akan diukur dengan seberapa baik warga Bhutan dapat menikmati layanan kesehatan dan pendidikan berstandar tinggi. Beberapa pejabat Bhutan menceritakan bahwa Bhutan sulit belajar dari negara-negara yang terkenal sudah maju dalam pendidikan karena keadaan sosial, budaya, serta ketersediaan sumber daya (resources) atau dana sangat berbeda. Akibatnya, strategi dari negara-negara maju tersebut kecil peluangnya untuk dapat diterapkan di Bhutan.
Namun, dengan Indonesia, mereka percaya solusinya akan berpeluang besar untuk diterapkan bersama. Apalagi, Bhutan hari ini sudah merasakan dampak pemanasan global, seperti gletser atau glasier yang meleleh tak terduga menyebabkan aliran sungai meluap dan mengganggu keberlangsungan pembangkit listrik.
Padahal, penghasilan utama Bhutan bersumber dari pembangkit listrik tenaga air. Pemanasan global tentunya harus ditangani oleh seluruh warga dunia. Oleh karenanya, Menteri Wangchuk bersama Dubes RI untuk India Sidharto Suryodipuro menyetujui pentingnya pelajar di kedua negara menguatkan kepeduliannya sebagai warga global melalui pendidikan tersebut. (*)