JawaPos.com - Polisi sedang memperdebatkan klaim seorang gadis berusia 11 tahun yang mengatakan, jilbabnya digunting oleh seorang pria dengan gunting sambil berjalan ke sekolah. Juru bicara Kepolisian Toronto, Mark Pugash mengatakan, penyelidikan ekstensif sedang dilakukan dan polisi menyimpulkan kalau hal itu tidak terjadi.
Gadis kelas enam tersebut, Khawlah Noman, serta ibu, dan adik laki-lakinya mengadakan konferensi pers di Pauline Johnson Junior Public School pada hari Jumat pekan lalu. Mereka mengungkap peristiwa pengguntingan jilbab tersebut.
Khawlah Noman mengatakan, ia sedang berjalan ke sekolah bersama adik laki-lakinya. Tiba-tiba seorang pria muncul di belakangnya, melepas jaketnya, dan mulai memotong bagian bawah jilbabnya. Seketika dia berbalik, menjerit, orang itu langsung lari.
Dia mengatakan, pria itu kembali beberapa saat kemudian dan terus memotong jilbabnya dari belakang sebelum dia tersenyum dan lari. Ibunya mengatakan pada polisi bahwa ini adalah kejahatan kebencian.
Cerita tersebut menjadi berita utama internasional dan mendapat kecaman publik bahkan dari Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau.
"Ini adalah sesuatu yang bisa diterima, sangat bisa dimengerti, banyak perhatian media dan media sosial dan saya tahu ini menimbulkan perhatian yang signifikan, seperti seharusnya," kata Pugash.
Menurut Pugash, polisi tidak akan mengambil langkah seperti ini kecuali mereka benar-benar percaya diri. "Ini benar-benar tidak biasa,"katanya.
Juru Bicara Dewan Sekolah Distrik Toronto Ryan Bird mengatakan, para pejabat sangat bersyukur serangan yang dituduhkan itu tidak terjadi. Sekolah tersebut menolak berkomentar lebih lanjut.