JawaPos Radar

Indomie Jadi Makanan Kesukaan Narapidana Australia

31/08/2018, 05:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Indomie Jadi Makanan Kesukaan Narapidana Australia
Pemerintah membagikan Indomie ke jeruji-jeruji besi, di mana para narapidana diizinkan untuk membeli mie instan, dan makanan ringan lainnya, dengan uang yang diperoleh dari melakukan pekerjaan di balik jeruji besi (Business Today)
Share this

JawaPos.com - Tidak hanya di Indonesia, mi instan kenamaan khas Indonesia Indomie bercita rasa khas terkenal hingga ke luar negeri. Indomie dapat ditemukan di swalayan tertentu di beberapa negara termasuk Australia.

Rasa yang dinilai khas membuat Indomie digemari banyak orang. Warga Indonesia dan Nigeria menjadi pecandu Indomie. Namun ternyata Pemerintah Australia saat ini juga rela merogoh kocek negara cukup dalam untuk menjadikan Indomie menu bagi para narapidana.

Menurut laporan oleh Sembilan Berita Melbourne, pemerintah negara bagian Victoria bahkan menghabiskan lebih dari AUD 500 ribu untuk memasok Indomie selama dua tahun. Pemerintah menyediakan Indomie ke jeruji-jeruji besi, sehingga para narapidana diizinkan untuk membeli mi instan dan makanan ringan lainnya, dengan uang yang diperoleh dari melakukan pekerjaan di balik jeruji besi.

“Ini adalah bagian penting untuk memastikan orang ingin bekerja dan belajar cara menganggarkan dengan benar dan itu bagian dari mekanisme pengelolaan penjara,” ungkap Brett Collins, dari organisasi advokasi Kelompok Aksi Tahanan pada Nine News Melbourne.

Ternyata mi instan telah lama beredar di kalangan para narapidana untuk mengganti konsumsi rokok yang selama ini mereka gunakan sebagai metode pembayaran yang disukai. Awalnya seorang narapidana Amerika Serikat (AS) tidak begitu menyukai makanan ringan, mereka biasanya mendapatkan permen atau makanan ringan.

Bahkan sebesar AUD 1 juta dihabiskan untuk membeli makanan ringan juga permen bagi para narapidana. Lalu muncul Indomie sebagai makanan ringan.

"Daniel Andrews seharusnya melarikan diri dari penjara," kata Jaksa Agung Negara Bagian Shadow John Pesutto mengacu pada pria yang bertanggung jawab atas sistem penjara negara.

"Dia bukan Willy Wonka yang mengelola pabrik cokelat. Satu juta dolar untuk permen? Apa yang mereka bagikan di sana adalah permen Gobstoppers dan schnozberries," lanjutnya seperti dilansir Vice.

Karena harganya yang jauh lebih murah, Indomie lantas ditetapkan sebagai kudapan para narapidana. Harganya hanya 0,050 AUD per bungkus tentunya sangat jauh lebih murah ketimbang oatmeal bougie.

(ce1/trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up