alexametrics

AS dan Tiongkok Bersaing Keras Kembangkan Artificial Intelligence

31 Januari 2019, 19:41:19 WIB

JawaPos.com – Menurut World Intellectual Property Organization (WIPO) PBB, Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) berada di jajaran terdepan dalam persaingan global untuk mendominasi pengembangan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (31/1), studi WIPO menunjukkan kalau raksasa teknologi AS, IBM sejauh ini memiliki portofolio paten AI terbesar dengan 8.920 paten, di depan Microsoft dengan 5.930 paten, dan sekelompok konglomerat teknologi Jepang.

Tiongkok menyumbang 17 dari 20 institusi akademis teratas yang terlibat dalam mematenkan AI. Di sana pembelajaran mendalam mengenai AI juga tumbuh sangat cepat. Termasuk teknik pembelajaran robot yang mencakup sistem pengenalan ucapan.

tiongkok, as,  Artificial Intelligence, AI, kecerdasan buatan,
Tiongkok menyumbang 17 dari 20 institusi akademis teratas yang terlibat dalam mematenkan AI. Di sana pembelajaran mendalam mengenai AI juga tumbuh sangat cepat (Forbes)

“AS dan Tiongkok jelas berada di jajaran terdepan. Mereka terdepan di area ini, dalam hal jumlah aplikasi dan dalam jumlah publikasi ilmiah,” ujar Direktur Jenderal WIPO, Francis Gurry.

Presiden AS Donald Trump menuduh Tiongkok mencuri inovasi dan teknologi Amerika. Ia juga mengenakan tarif perdagangan atas barang-barang Tiongkok senilai USD 234 miliar untuk menghukum Beijing.

Tiongkok mengatakan pada bulan Desember, pihaknya dengan tegas menolak tuduhan AS dan sekutu lainnya. Mereka menuding Tiongkok melakukan spionase ekonomi dan mencuri kekayaan intelektual, juga rahasia perusahaan.

Gurry mengakui, memang ada tuduhan tentang perilaku Tiongkok yang membuat gerah AS dan sekutunya. Namun memang tak diragukan lagi Tiongkok telah menguasai sistem kekayaan intelektual global.

Tiongkok memiliki kantor paten terbesar di dunia dan jumlah aplikasi paten terbesar dalam negeri. “Mereka adalah pemain serius di bidang kekayaan intelektual,” kata Gurry.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia


Close Ads
AS dan Tiongkok Bersaing Keras Kembangkan Artificial Intelligence