alexametrics

WHO Sebut Penularan Omicron Bisa Membuat Sistem Kesehatan Kewalahan

30 Desember 2021, 21:02:29 WIB

JawaPos.com – Rumah sakit (RS) dan tenaga medis harus bersiap. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa penularan virus SARS-CoV-2 varian Omicron bisa membuat sistem kesehatan kewalahan. Sebab, penularan varian yang ditemukan di benua Afrika itu begitu masif. Pada 22–28 Desember, angka penularan meningkat hingga 37 persen jika dibandingkan dengan seminggu sebelumnya.

”Secara keseluruhan, risiko yang terkait varian Omicron masih sangat tinggi.” Demikian pernyataan WHO pada Selasa (28/12). Bukti di lapangan menunjukkan bahwa varian itu memiliki kemampuan menular lebih cepat dua kali lipat jika dibandingkan dengan varian Delta.

Kecepatan Omicron terbukti dengan kenaikan kasus harian Covid-19 di beberapa negara Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam, angka penularan harian mencapai 254.496 kasus. Itu adalah rekor tertinggi selama pandemi. Penularan tertinggi sebelumnya terjadi pada 11 Januari dengan 251.989 kasus.

Angka pasien yang dirawat di RS dan kematian belum meningkat signifikan. Tapi, ada kemungkinan bahwa itu adalah indikator keterlambatan. Secara global, total angka kematian akibat Covid-19 mencapai lebih dari 5,4 juta kasus. Namun, pekan lalu, angka kematian menurun dengan rata-rata 6.450 per hari. Itu terendah sejak Oktober 2020.

Peningkatan kasus harian juga terjadi di Prancis, Inggris, Spanyol, Italia, dan Portugal. Di Prancis, penularan harian mencapai rekor 179.807 kasus. Jumlah pasien yang dirawat di RS dan menghuni ICU juga naik, namun angka kematian turun.

Pemerintah Prancis menerapkan kebijakan penutupan kelab malam hingga tiga pekan ke depan. Bantuan diberikan pemerintah kepada pemilik bisnis yang terdampak untuk mengurangi kerugian mereka. Biasanya, tempat-tempat nongkrong itu meraup pundi-pundi uang yang lumayan besar saat libur Natal dan tahun baru.

”Saya bisa membayangkan tekanan pada pekerja dan pengusaha,” ujar Menteri Pariwisata Prancis Jean-Baptiste Lemoyne, seperti dikutip Agence France-Presse.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c18/bay)

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads