alexametrics

Perencana Serangan Bom Natal 2016 di Australia Dipenjara Puluhan Tahun

30 November 2019, 08:08:19 WIB

JawaPos.com – Pengadilan Australia memvonis tiga pria yang merencanakan serangan bom pada Hari Natal 2016 di sejumlah titik di Kota Melbourne. Dalam vonis yang dibacakan pada Jumat (29/11), tiga pria yang menjadi terdakwa dihukum penjara selama puluhan tahun.

Mereka dinyatakan bersalah atas rencana serangan di kota terbesar kedua Australia. Otoritas menyebutnya sebagai peristiwa teroris mendatang yang terinspirasi dari kelompok ISIS.

Ketiga terdakwa yakni Hamza Abbas, 24, dipenjara selama 22 tahun, sedangkan Ahmed Mohamed, 25, dan Abdullah Chaarani, 29, dipenjara selama 38 tahun. Itu termasuk vonis untuk serangan lainnya. Vonis tersebut seperti dikatakan Kepolisian Federal Australia melalui pernyataan yang dilansir Reuters.

Hakim Mahkamah Agung Christopher Beale mengatakan ketiganya menganut ideologi ISIS dan meyakini bahwa rencana serangan itu sesuai ajaran yang mereka anut. “Kebodohan keyakinan itu hanya cocok dengan kedengkiannya,” sebut Beale.

Belum diketahui apakah ketiga pria tersebut akan mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan. Pengacara Abbas menolak berkomentar sementara pengacara dari dua pria lainnya belum dapat dihubungi.

Seperti diketahui, rencana tersebut merupakan salah satu plot teroris paling substansial yang menghancurkan. Mereka menjadikan sejumlah lokasi seperti Federation Square, Stasiun Flinders Street dan Katedral Santo Paulus sebagai target serangan yang mungkin dieksekusi pada Hari Natal. Menurut kepolisian saat itu, para tersangka selama beberapa pekan sudah berada dalam pengawasan.

Satu dari pria itu merupakan warga Australia kelahiran Mesir. Sedangkan pria lainnya kelahiran Australia keturunan Lebanon.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara



Close Ads