JawaPos Radar

Badai Bernama Perempuan Cenderung Lebih Mengerikan

30/11/2017, 16:18 WIB | Editor: Dwi Shintia
Badai Irma
BADAI IRMA: Gambar tertanggal 8 September 2017 ini menunjukkan seorang pria berjalan di jalan yang tertutup puing-puing setelah badai topan Irma melintas di pulau Prancis Saint-Martin, dekat Marigot. Irma adalah salah satu badai hebat yang ada. (Martin BIRO / AFP)
Share this

JawaPos.com - Pernahkah Anda penasaran mengapa badai mempunyai nama seperti nama-nama orang?
Met Office, kantor layanan Meteorologi di Inggris, mengatakan bahwa menamai badai menjadikan masyarakat lebih sadar akan bahaya badai itu sendiri.

Jika sedang terjadi badai di sebuah negara, orang-orang akan lebih mudah untuk mengikuti berita di TV, radio, atau media sosial jika badai itu memiliki nama. ”Kami telah melihat bagaimana penamaan badai lebih meningkatkan kesadaran akan cuaca buruk sebelum badai menyerang,” kata Andrew Ryan staf ahli Office Met.

Dilansir dari situs National Hurricane Center, penggunaan nama pendek dan khas sebagai nama membuat badai lebih mudah dikenali. Tujuannya, pertukaran informasi badai yang terperinci saat badai terjadi bisa lebih mudah.

Penggunaan nama yang mudah diingat juga mengurangi kebingungan ketika dua atau lebih badai tropis terjadi pada saat bersamaan. Misalnya, satu badai bisa bergerak perlahan ke barat di Teluk Meksiko, sementara pada saat bersamaan badai lain bisa bergerak cepat ke utara sepanjang pantai Atlantik.

Pilihan nama perempuan dan laki-laki untuk badai awalnya pun tidak ada bermaksud untuk membedakan kekuatan yang dimiliki badai. Selama beberapa ratus tahun banyak badai di Hindia Barat diberi nama setelah perayaan orang suci di negara badai itu terjadi.

Ivan R Tannehill dalam bukunya Hurricanes menulis kalau banyak badai tropis besar yang dinamai orang-orang kudus. Misalnya, ada badai Santa Ana yang melanda Puerto Rico dengan kekerasan luar biasa pada 26 Juli 1825. Dan, San Felipe 1 dan San Felipe 2 yang melanda Puerto Rico pada 13 September pada tahun 1876 dan 1928.

Nama-nama badai dipilih sebelum badai itu terjadi. Namun, berdasarkan penelitian, badai dengan nama feminin alias perempuan, cenderung lebih mengerikan dibanding badai dengan nama laki-laki. Misalnya, badai Charlie yang kekuatannya dilampaui oleh badai Eloise. Bila Eloise menghantam, korban tewas bisa dua kali lipat dibanding saat Charlie beraksi.

Universitas Illinois dan Arizona pun melakukan penelitian mengenai nama-nama badai dan korelasinya dengan kerusakan yang ditimbulkannya. ”Kami menemukan bahwa bencana alam dikaitkan secara simbolis dengan jenis kelamin tertentu sesuai dengan peran sosial dan ekspektasi masyarakat terhadap jenis kelamin tersebut,” tulis mereka dalam jurnal penelitian ilmiah.

Berdasarkan penelitian itu, badai angin topan di Amerika Serikat dengan nama feminin lebih menghasilkan tingkat kematian yang lebih tinggi. Namun, penelitian tersebut masih harus didalami lebih lanjut. (*)

(BBC/ce1/iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up