alexametrics

Penduduk Amazon Merasa Terkepung

30 Agustus 2019, 14:56:22 WIB

JawaPos.com – Wilayah Amerika Selatan memerah. Sebagian besar negara di dalamnya mengalami kebakaran hutan. Brasil yang paling parah. Setelah itu adalah Venezuela dan Bolivia. Presiden Bolivia Evo Morales bahkan sampai harus turun tangan sendiri untuk ikut memadamkan kebakaran hutan di area Santa Rosa.

Presiden Bolivia Evo Morales ikut memadamkan api di Santa Rosa, wilayah selatan Amazon, Rabu (28/8). (HO/MINISTERIO DE COMUNICACION DE BOLIVIA/AFP)

Morales juga memerintah tim pemadam kebakaran untuk menyewa pesawat Boeing 747 Supertanker guna membantu pemadaman. Pesawat yang mulai dioperasikan pada Kamis (29/8) itu bisa membawa 75 ribu liter air sekaligus. Pemerintah Bolivia menyatakan bahwa sepanjang tahun ini kebakaran telah menghanguskan 1,2 juta hektare hutan.

Sementara itu, Presiden Brasil Jair Bolsonaro Rabu (28/8) menandatangani dekrit yang melarang praktik pembakaran selama 60 hari ke depan. Pengecualian hanya berlaku untuk mereka yang sudah mengantongi izin. Langkah itu diharapkan bisa mengurangi kebakaran yang terjadi saat ini. Kebakaran meluas karena penduduk membakar hutan untuk membuka lahan baru pertanian dan peternakan.

Infografis Amazon (Jawa Pos)

Penduduk asli Amazon kini ketir-ketir. Lahan mereka kian sempit. Mereka pun merasa terancam. “Kini saya merasa takut. Para petani mulai terlalu dekat dan mereka menginvasi sejumlah besar lahan kami. Kami merasa terkepung,” ujar Katica Karipuna, penduduk pedalaman Amazon.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c10/dos)


Close Ads