Mantan Perwira Amerika Dihukum Akibat Bunuh Anak Kulit Hitam

30/08/2018, 05:00 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Mantan perwira Roy Oliver ditetapkan bersalah atas pembunuhan Jordan Edwards. Dilansir Al Jazeera pada Rabu (29/8), jaksa menghukum mantan perwira polisi Texas berkulit putih yang menembak dan membunuh orang Amerika keturuna Afrika (AP)
Share this image

JawaPos.com - Mantan perwira Roy Oliver ditetapkan bersalah atas pembunuhan Jordan Edwards. Dilansir Al Jazeera pada Rabu (29/8), jaksa menghukum mantan perwira polisi Texas berkulit putih yang menembak dan membunuh orang Amerika keturuna Afrika berusia 15 tahun pada April 2017.

Roy Oliver menembaki mobil yang penuh remaja saat mereka meninggalkan pesta di pinggiran Kota Dallas, Balch Springs pada April 2017. Jordan Edwards yang berusia lima belas tahun, yang duduk di kursi penumpang, dipukul, dan dibunuh.

"Ini tahun yang sulit. Saya benar-benar bahagia," kata ayah Edwards, Odell, kepada wartawan di gedung pengadilan setelah pengadilan memutuskan Oliver bersalah.

Pada saat penembakan itu, Oliver mengklaim kendaraan itu berusaha melindas anaknya, tetapi beberapa saksi dan rekaman menunjukkan mobil itu bergerak menjauh dari petugas.

Oliver dipecat dari pasukan polisi Balch Springs pada Mei 2017 setelah polisi mengakui video penembakan itu bertentangan dengan pernyataan awal Oliver. Wartawan setempat, yang hadir di ruang sidang pada hari Selasa ketika putusan dibacakan melaporkan ada pelukan, tepukan tangan dan sorak-sorai dari keluarga Edwards.

Oliver menghadapi lima dan 99 tahun penjara atas pembunuhan itu. Sidang penahanannya dimulai segera setelah persidangan. Mantan perwira polisi itu dibebaskan dari pembunuhan biasa dan penyerangan yang diperburuk.

Pengacara Edwards Daryl Washington mengatakan, putusan itu bukan hanya tentang keadilan bagi keluarga remaja belasan tetapi bagi keluarga semua orang kulit hitam yang tidak bersenjata yang dibunuh oleh polisi. "Kasus ini bukan hanya tentang Jordan."

"Ini tentang Tamir Rice, ini tentang Walter Scott, tentang Alton Sterling, tentang setiap orang Amerika Afrika yang tidak bersenjata yang telah terbunuh dan yang belum mendapatkan keadilan," tegasnya.

Menurut database Washington Post Fatal Force, lebih dari 980 orang tewas oleh polisi pada tahun 2017. The Guardian mengidentifikasi lebih dari 1.090 pembunuhan polisi tahun sebelumnya. Hampir seperempat dari mereka yang dibunuh oleh polisi pada tahun 2016 adalah orang Afrika Amerika, meskipun kelompok itu menyumbang sekitar 12 persen dari total penduduk AS.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi