Israel Ancam Habisi Iran di Syria

30/08/2018, 11:44 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Israel telah berusaha untuk menghindari keterlibatan langsung dalam konflik tetapi mengakui melakukan lusinan serangan udara di Syria untuk menghentikan apengiriman persenjataan canggih kepada musuh Libanon, Hizbullah (ABC News)
Share this

JawaPos.com - Israel pada Rabu, (29/8), memperbarui ancamannya untuk menyerang sasaran militer Iran di Syria, setelah dua sekutu Muslim menandatangani perjanjian kerja sama keamanan. Kesepakatan yang disepakati oleh Presiden Syria Bashar Al Assad dan Iran merupakan ujian bagi Israel.

"Tanggapan kami akan keras dan jelas," kata Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz di radio publik Israel seperti dilansir The Arab News.
"Kami tidak akan membiarkan Iran membangun dirinya secara militer di Syria," katanya.

"Kami akan bereaksi di Syria dengan segenap kekuatan kami terhadap target Iran yang mengancam Israel. Jika pertahanan udara tentara Syria mengintervensi kami, nanti mereka akan membayar harganya," ujar Katz.

Anak-anak jadi korban perang di Syria (War Childs Dawn)

Atase militer Iran ke Damaskus mengatakan, penasihat militer negaranya akan tetap di Syria di bawah perjanjian pertahanan yang ditandatangani hari sebelumnya. "Dukungan untuk integritas teritorial Syria dan kemerdekaan kedaulatan Syria juga ditekankan dalam perjanjian itu," kata Brigadir Jenderal Abolghasem Alinejad.

Teheran telah memberikan dukungan politik, keuangan, dan militer yang stabil untuk Assad karena ia telah melawan balik pemberontakan tujuh tahun.

Israel telah berusaha untuk menghindari keterlibatan langsung dalam konflik tetapi mengakui melakukan lusinan serangan udara di Syria untuk menghentikan apengiriman persenjataan canggih kepada musuh Libanon, Hizbullah.

Ia juga berjanji untuk mencegah musuh bebuyutannya dari membenamkan diri secara militer di Syria dan serangkaian serangan yang telah menewaskan orang-orang Iran di Syria telah dikaitkan dengan Israel.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi