alexametrics

Covid-19 Belum Tuntas, Ditemukan Virus Flu Babi Baru yang Bisa Mewabah

30 Juni 2020, 16:39:13 WIB

JawaPos.com – Dunia masih terus berupaya untuk menanggulangi wabah Covid-19. Hingga kini penularan masih terus bertambah. Per Senin (30/6), secara global ada 10.421.869 kasus positif berdasar data dari Worldometers. Dari jumlah tersebut, sebanyak 508.422 orang meninggal dunia. Sementara itu, 5.679.581 pasien dinyatakan sembuh.

Saat dunia disibukkan mengatasi wabah Covid-19 yang disebabkan virus Korona jenis baru dan berasal dari Wuhan, Tiongkok, muncul kabar yang tak mengenakkan. Seperti dilansir dari BBC, para peneliti di Tiongkok menemukan strain virus baru yang disebut mirip dengan flu babi. Seperti diketahui, flu babi merebak secara global pada 2009 silam.

Penemuan virus flu babi baru tersebut jelas mengejutkan. Pasalnya, virus tersebut berpotensi menjadi pandemi atau mewabah secara global setelah diidentifikasi di Tiongkok oleh para ilmuwan. Virus itu memang dibawa oleh babi, namun dapat menginfeksi manusia.

Para peneliti khawatir virus flu babi baru dapat bermutasi lebih lanjut sehingga dapat menyebar dengan mudah dari orang ke orang. Dan, pada akhirnya emicu wabah global. Berdasar itu, para ilmuwan menegaskan butuh pemantauan ketat terkait penemuan virus flu babi baru tersebut.

Para ilmuwan menulis dalam jurnal Proceeding of the National Academy of Sciences yang membahas terkait pengendalian virus pada babi. Dalam jurnal tersebut, pemantauan ketat terhadap pekerja industri daging babi harus segera diimplementasikan. Tentunya untuk mencegah agar virus flu babi baru tersebut tak mewabah.

Pandemi flu babi terakhir yang dihadapi dunia pada 2009. Kala itu, wabah flu babi dimulai di Meksiko. Flu babi kala itu yang kemudian berubah menjadi flu Meksiko, tidak begitu mematikan seperti yang ditakutkan pada awalnya. Sebagian besar karena banyak orang yang lebih tua memiliki kekebalan terhadapnya. Bisa juga karena kemiripannya dengan virus flu lain yang telah ada sebelumnya. Virus yang disebut A/H1N1pdm09 sudah memiliki vaksin. Tentunya untuk memastikan masyarakat terlindungi.

Sementara itu, jenis flu babi baru yang telah diidentifikasi di Tiongkok memang mirip dengan flu babi yang mewabah pada 2009. Namun, terdapat beberapa perubahan baru. Sejauh ini, virus itu tidak menimbulkan ancaman besar meski berpotensi mewabah. Dalam artian, orang yang terinfeksi bisa melawannya dengan antibodi yang dimilikinya.

Meski begitu, Prof Kin-Chow Chang dan ilmuwan Tiongkok lain yang telah mempelajarinya, mengatakan virus itu salah satu yang harus diawasi. Pasalnya, virus tersebut memiliki sedikit perbedaan dengan flu babi pada 2009 sehingga disebut virus flu babi baru.

Virus yang oleh para peneliti disebut G4 EA H1N1, dapat tumbuh dan berkembang biak di sel-sel yang melapisi saluran udara dalam tubuh manusia. Para ilmuwan menemukan bukti infeksi pada orang yang bekerja di RPH dan industri babi di Tiongkok.

Vaksin flu saat ini disebut tidak melindungi dari virus flu babi baru. Hanya saja, vaksin saat ini bisa ditingkatkan jika diperlukan. Prof Kin-Chow Chang yang bekerja di Universitas Nottingham di Inggris, mengatakan kepada BBC, “Saat ini kita sedang fokus pada Coronavirus. Tetapi, kita tidak boleh melupakan virus baru yang berpotensi berbahaya. Kita seharusnya tidak mengabaikannya,” jelas Prof Kin-Chow Chang.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana



Close Ads