alexametrics

46 Orang Tenggelam di Sungai dan Danau Aare Selama 2020

Tunggu Pencarian Eril, RK Perpanjang Cuti
30 Mei 2022, 15:40:47 WIB

JawaPos.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) beserta istri, Atalia, sudah bertemu dengan Kepala Polisi Maritim Urs Kaser dan Kepala Polisi Regional Thomas Muller.

RK mendengarkan langsung informasi proses pencarian putra sulungnya, Emmeril Kahn Mumtadz, yang terseret arus Sungai Aare, Bern, Swiss.

Sebagaimana dilaporkan KBRI Bern, hingga pencarian hari ketiga atau Sabtu (28/5) sore waktu setempat, belum ada tanda-tanda Eril, panggilan Emmeril, ditemukan. Hingga kemarin (29/5), juga belum ada kabar signifikan. Dari foto yang dikirim KBRI Bern, RK mengikuti langsung proses pencarian.

Sementara itu, dari tanah air, dikabarkan RK menambah masa cutinya selama sepekan ke depan. Tujuannya, bisa berfokus untuk mengikuti proses pencarian anak sulungnya itu.

Wakil Gubernur Jawa Barat yang juga sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, komunikasinya dengan Ridwan Kamil berjalan lancar. Dengan demikian, urusan pemerintahan tidak sampai terganggu. Dia berharap warga Jawa Barat memaklumi dan tidak mempermasalahkan keputusan RK memperpanjang cutinya itu. ”Pelayanan pemerintahan Provinsi Jawa Barat terhadap masyarakat tidak akan menurun,” katanya kemarin.

Sementara itu, berenang di sungai seperti Aare memang sering dilakukan, terlebih saat musim panas. ”Yang paling saya sukai dari Bern adalah Marzili Bath,” tutur Alain Buhlman yang bekerja di Sekretariat Negara untuk Urusan Ekonomi di Swiss. Marzili Bath merupakan kolam terbuka di Marzili, Bern, yang terletak di pinggiran Sungai Aare.

Anak-anak dan orang yang tidak bisa berenang bisa bermain di kolam tersebut. Namun, sebagian besar memilih langsung masuk ke Sungai Aare yang berada di sebelahnya. Bagi penduduk Bern dan kota-kota lain di Swiss, berenang di Sungai Aare di jam makan siang adalah hal biasa. Mereka melakukannya terutama di musim panas.

Air sungai yang bersih dan jernih berwarna biru kehijauan itu jelas membuat siapa saja tertarik. Terlebih ketika cuaca terik. Sungai Aare selalu dingin karena berasal dari gletser yang mencair. Bahkan ketika cuaca sangat panas, suhu di sungai tersebut biasanya hanya sekitar 21 derajat Celsius. Kebanyakan penduduk berenang hanya untuk bersenang-senang mendinginkan diri selama 15–20 menit.

Sungai Aare sangat mudah dijangkau. Ia mengalir di sepanjang wilayah Swiss. Sungai itu bermula dan berakhir di negara tersebut. Karena itulah, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk kembali ke tempat kerjanya setelah berenang sebentar. Biasanya penduduk sekitar membawa aare bag. Itu adalah tas antiair untuk menaruh pakaian dan barang-barang lainnya ketika berenang.

Penduduk lokal biasanya memiliki tempat-tempat favorit untuk berenang. Biasanya bergantung tempat mereka tinggal dan tempat ingin bertemu dengan teman-teman untuk berkumpul sesudah berenang. Pemerintah Swiss memiliki peta tempat-tempat mana saja yang boleh dan tidak boleh dipakai untuk berenang. ”Ini adalah tempat yang bagus untuk berteriak dan menyapa orang yang lewat, teman Anda, dan bahkan orang asing,” ujar Anna Baehni, salah seorang penduduk Bern, seperti dikutip Le News. Dia berenang beberapa kali sepekan di musim panas.

Meski terlihat tenang, arus Sungai Aare cukup deras. Karena itu, hanya perenang andal yang disarankan untuk berenang. Mereka yang kemampuan renangnya pas-pasan diharapkan ada di pinggiran sungai saja. Penduduk biasanya memperhatikan pemberitahuan tentang arus sungai sebelum pergi berenang.

Ketika arusnya di atas 230 m3 per detik, mereka disarankan untuk tidak masuk ke air. Jika terjadi sesuatu, misalnya terbawa arus pada kondisi tersebut, bahkan perenang dan penyelam profesional tidak bisa melakukan pencarian maksimal karena berbahaya. ”Penting untuk mengetahui di mana titik aman untuk masuk dan keluar sungai serta mengetahui di mana arusnya,” tegas Baehni.

Bahkan, bagi penduduk lokal, mereka yang kali pertama berenang di Sungai Aare harus ditemani yang sudah ahli. Mereka akan ditunjukkan lebih dulu cara aman untuk mengikuti arus agar tidak terseret.

Mereka yang berenang di Aare juga disarankan tidak menenggak minuman keras. Pada 2013, ada 24 orang yang tenggelam di Aare. Mayoritas karena pengaruh alkohol dan obat-obatan lainnya. Beberapa lainnya yang tenggelam biasanya para turis yang baru kali pertama berenang di sungai tersebut.

Berdasar data dari Swiss Life Saving Association, ada 46 orang yang tenggelam di sungai dan danau negara tersebut pada 2020. Pada 2003, ketika gelombang panas menyerang negara tersebut, jumlahnya mencapai 89 orang.

Meski ada puluhan kasus orang tenggelam dan terbawa arus, jika dilihat dari populasi penduduk Swiss, itu termasuk kategori kejadian yang jarang. Mayoritas korban tenggelam adalah pria muda.

Di Bern, tidak ada patroli di sepanjang Sungai Aare. Sebagai gantinya, ada poster peringatan. Namun, tidak demikian Sungai Rhine. Aare adalah anak sungai Rhine. Selama 20 tahun terakhir, operasi penyelamatan di Sungai Rhine di Basel terus meningkat karena kian banyaknya perenang.

Saat ini setiap musim panas, kapal patroli berlayar selama 10 jam di Sungai Rhine. Pemadam kebakaran, petugas perbatasan, dan polisi berbagi tugas. Tujuannya tidak hanya berada di sana secepatnya dalam keadaan darurat, tetapi juga mencegah kecelakaan sejak awal.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : wan/sha/c19/fal

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads