alexametrics

Syarat Singapura Kalau Boeing 737 Max 8 tak Mau Dilarang Terbang

30 Maret 2019, 16:16:36 WIB

JawaPos.com – Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) mengatakan, mereka memungkinkan Pesawat Boeing 737 MAX untuk melanjutkan operasi di negaranya dengan syarat mereka tidak ada masalah keamanan yang berkaitan dengan jenis pesawat.

“Kami akan mencabut penangguhan hanya jika kami puas bahwa masalah keamanan yang berkaitan dengan Boeing 737 MAX telah ditangani secara memadai,” kata Direktur untuk Regulasi keselamatan Tan Kah Han dilansir dari Channel News Asia, Jumat (29/3).

Komentar Tan datang dua hari setelah produsen pesawat Amerika itu mengumumkan tiga perbaikan dalam pembaruan sistem anti-stall Pesawat Boeing 737 MAX yang dikenal sebagai MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System).

Perubahan pertama, MCAS membandingkan informasi dari kedua sensor yang membentuk ‘angle of attack’ (AOA), suatu pengukuran yang menentukan seberapa dekat jarak pesawat dengan kemacetan. Pengaturan sebelumnya hanya menghubungkan MCAS ke satu sensor pada satu waktu, mengabaikan yang lain.

Selanjutnya, Boeing mengatakan MCAS hanya akan diaktifkan sekali per instance selama ketidaksepakatan sensor atau apa yang digambarkan sebagai kondisi tidak normal.

Ketiga, MCAS tidak akan pernah memerintahkan lebih banyak input stabilizer daripada yang bisa dinetralkan oleh kru penerbangan yang menarik kembali kuk kontrol. CAAS telah diberitahu tentang pembaruan ini.

“CAAS dalam komunikasi yang erat dengan Federasi Penerbangan AS dan regulator lainnya, serta dengan Boeing,” katanya.

Silk Air adalah satu-satunya operator dari jenis pesawat di Singapura dan memiliki enam unit, yang semuanya telah ditangguhkan sebagai bagian dari upaya global menanggapi kecelakaan Ethiopian Airlines yang menewaskan semua 157 orang di dalamnya.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum



Close Ads
Syarat Singapura Kalau Boeing 737 Max 8 tak Mau Dilarang Terbang